Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

bagaimana STRATEGI PEMBELAJARAN CTL (Contextual Teaching And Learning) ?

Apa kabar para calon pendidik dan pencetak generasi muda masa depan? Sudah siapkah kalian mencetak generasi muda masa depan yang berkualitas?. Sebagai calon pendidik sudah seharusnya kita siap mencetak generasi muda yang berkualitas baik untuk bangsa maupun lingkungan sekitarnya. Untuk menjadikan generasi muda yang berkualitas, kita sebagai calon pendidik harus mempunyai strategi ataupun metode yang tepat untuk pembelajaran.

Strategi Pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning)


Sebagai seorang pendidik pemilihan strategi pembelajaran yang tepat sangatlah penting, karena strategi pembelajaran merupakan rencana yang terdiri dari rangkaian kegiatan  untuk mencapai tujuan pendidikan. Untuk pembahasan kali ini saya akan sedikit mengulas salah satu strategi pembelajaran yang tepat untuk menghasilkan generasi muda yang memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual, yaitu dengan menggunakan Strategi Pembelajaran CTL (Concextual Teaching And Learning). 

APA ITU STRATEGI PEMBELAJARAN CTL (Contextual Teaching And Learning)?
Strategi Pembelajaran CTL (Contextual Teaching And Learning) merupakan konsep belajar yang mengaitkan materi dengan situasi dunia nyata sehingga bisa mendorong siswa untuk menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Model Pembelajaran CTL bukan hanya sekedar duduk dan mendapatkan pengetahuan  dari seorang guru, tetapi  seorang siswa diharapkan bisa mensosialisasikan pengetahuan yang dimiliki dalam kehidupan bermasyarakat. Jadi dalam model pembelajaran CTL ini akan melibatkan siswa secara penuh, sehingga akan memicu siswa untuk lebih berperan aktif dan memiliki tanggung jawab.

Dalam penerapan sistem pembelajaran CTL, akan melibatkan delapan unsur utama pembelajaran agar lebih efektif untuk mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, yakni : 
a. Kontruktivisme (Contructivism)
yaitu filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar membaca, menghafal dan mendengarkan, tetapi mengkontruksi atau membangun pengetahuan dan ketrampilan dengan fakta-fakta yang pernah mereka alami dalam kehidupannya.
b. Menemukan (Inquiry)
Pengetahuan dan ketrampilan yang didapatkan siswa diharapkan bukan hasil dari mengingat fakta-fakta yang ada tetapi hasil dari penemuan siswa sendiri. Jadi guru akan merancang kegiatan belajar yang akan merujuk siswa untuk menemukan apapun sesuai materi yang diajarkan. Seperti kegiatan observasi, pengumpulan data, penyimpulan dan lain sebagainya.
c. Bertanya (Questioning)
Pengetahuan yang didapatkan siswa selalu bermula dari bertanya. Bertanya dalam suatu pembelajaran dipandang sebagai kegiatan untuk mendorong dan menilai tingkat kemampuan siswa.
d. Masyarakat Belajar (Learning Community)
Konsep ini menyarankan agar hasil dari belajar siswa diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. Bisa dengan sharing antar teman ataupun antar kelompok.
e. Pemodelan (Modeling)
Model ditujukan agar bisa ditiru oleh siswa. Model bisa berupa cara mengoperasikan sesuatu, atau guru memberi contoh cara mengerjakan sesuatu.
f. Refleksi (Reflection)
Refleksi adalah cara berfikir apa yang harus dipelajari atau berfikir belakang tentang apa yang sudah terjadi di masa lalu.
g. Penilaian yang sebenarnya (Authentic Assessment)
Assessment adalah proses mengumpulkan data yang akan memberikan gambaran kepada siswa.

MENGAPA STRATEGI PEMBELAJARAN CTL (Contextual Teaching And Learning) DIPERLUKAN ?
Strategi Pembelajaran CTL ini sangat diperlukan karena ada beberapa tujuan yang akan membantu siswa untuk memahami materi dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu model pembelajaran CTL ini tidak akan membuat siswa merasa bosan karena akan melibatkan siswa secara penuh. Beberapa tujuan strategi pembelajaran CTL yaitu :
a. Model pembelajaran CTL bertujuan untuk memotivasi siswa memahami materi yang disampaikan dengan mengaitkan materi dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari sehingga siswa memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dapat diterapkan dalam permasalahan sehari-hari.
b. Model pembelajaran CTL ini bertujuan untuk mengajarkan bahwa dalam belajar itu tidak hanya sekedar menghafal tetapi perlu adanya pemahaman.
c. Model pembelajaran ini menekankan kepada siswa pada perkembangan minat pengalaman.
d. Model pembelajaran CTL ini  bertujuan untuk melatih siswa berfikir kritis dan kreatif dalam memproses pengetahuan agar dapat menemukan atau menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.
e. Model pembelajaran CTL bertujuan agar pembelajaran lebih produktif dan bermakna.
Selain karena tujuan-tujuan tersebut, strategi pembelajaran CTL juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Diantara kelebihan dan kekurangan dari Strategi pembelajaran CTL ini adalah sebagai berikut : 

KELEBIHAN KEKURANGAN
  1. Pembelajaran lebih bermakna, artinya siswa bisa melakukan sendiri kegiatan yang berhubungan dengan materi sehingga siswa dapat memahaminya sendiri.
  2. Pembelajaran menjadi lebih produktif karena siswa akan menemukan sendiri konsepnya bukan menghafalkan.
  3. Menumbuhkan keberanian untuk mengemukakan pendapat tentang materi yang dipelajari.
  4. Menumbuhkan rasa ingin tahu.
  5. Menumbuhkan kemampuan dalam bekerja sama untuk memecahkan masalah.
  6. Siswa dapat membuat kesimpulan sendiri dari kegiatan belajar mengajar. 1. Bagi siswa  yang tidak mengikuti pembelajaran ridak akan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang sama dengan teman yang lain karena siswa tidak mengalami sendiri.

2. Peraasaan khawatir pada anggota kelompok akan hilangnya karakteristik siswa karena harus menyesuaikan dengan kelompoknya.
3. Banyak siswa yang tidak senang bekerjasama karena siswa yang tekun merasa harus bekerja lebih keras dari siswa yang lain dalam kelompoknya.

Dari penjelasan di atas maka seorang guru yang menerapkan model pembelajaran CTL harus memperhatikan keadaan siswa dalam kelas. Selain itu, seorang guru harus bisa membagi kelompok dengan adil sehingga siswa yang pandai bisa membantu siswa yang kurang pandai. BAGAIMANA LANGKAH-LANGKAH AGAR TERCAPAINYA TUJUAN DARI MODEL PEMBELAJARAN CTL (Contextual Teaching And Learning)?
Hal-hal yang diperlukan agar mencapai tujuan yang diharapkan dari pembelajaran CTL yakni :
1. Guru yang berwawasan
Yaitu guru yang memiliki wawasan baik dalam hal penerapan maupun pendekatan.
2. Materi dalam pembelajaran
Guru harus pandai dalam mencari pembelajaran yang kemudian perlu disusun agar bermakna bagi siswa
3. Strategi metode, teknik belajar dan mengajar
Seorang guru harus membuat siswa bersemangat dan tidak merasa bosan.
4. Media pendidikan
Media pendidikan yang digunakan bisa berupa situasi alami, benda nyata, alat peraga, film nyata yang perlu dipilih dan dirancang agar sesuai dan belajar lebih bermakna.
5. Fasilitas
Media pendukung pembelajaran seperti peralatan, laboratorium dan tempat praktik ataupun tempat untuk melakukan pelatihan perlu disediakan.
6. Proses belajar mengajar
Perilaku guru dan siswa yang bernuansa kontekstual merupakan inti dari pembelajaran kontekstual.
7. Penilaian
Penilaian atau evaluasi perlu diupayakan karena pembelajaran ini menuntut pengukuran pretasi belajar siswa dengan cara yang tepat dan bervariasi, tidak hanya dengan pensil dan paper test.
8. Suasana
Suasana dalam lingkungan pembelajaran CTL sangat berpengaruh karena dapat mendekatkan situasi kehidupan sekolah dengan kehidupan nyata.

Sekian ulasan dari kami tentang Strategi Pembelajaran CTL (Contextual Teaching And Learning) . Semoga apa yang saya paparkan di atas bisa membantu dan bermanfaat.

By : Milatut Thoyibah

Berlangganan via Email