Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

EFEKTIVITAS METODE PROBLEM BASED LEARNING, COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DAN METODE CERAMAH SEBAGAI PROBLEM DALAM MATA KULIAH PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Perguruan tinggi di Indonesia perlu melakukan perubahan fundamental pada sistem pendidikakn dari perkuliahan ke pembelajaran. Adanya perubahan paradigma mengajar (teaching) menjadi membelajarkan (learning to learn) proses belajarnya cendderung dinamis dan bersifat praktis, yaitu mengembangkan proses eksplorasi dan proses kreativitas. Oleh karena itu, dosen perlu menyediakan bergam kegiatan pembelajaran yang berimplikasi pada berrgamnya pengalaman belajar supaya mahasiswa mampu mengembangkan kompetensi setelah menerapkan pengetahuannya. Untuk mewujudkan pelaksanaan pembelajaran yang ebrkualitas dan optimal dalam upaya meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar mahasiswa, diperlukan metode pembelajaran yang efektif untuk lebih memberdayakan potensi mahasiswa. Karena kecenderuungan pemikiran para ahli pendidikan tentang teori belajar yang berkembang dewasa ini bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal, melainkan mahasiswa harus mengkontruksikan pengetahuan dari mengalami, mencatat sendiri pola-pola bermakna dari pengetahuan baru, dan bukan diberi begitu  saja oleh dosen.

Problem Based Learning


Pemecahan masalah adalah bentuk tertinggi dalam pembelajaran karena dalam proses tersebut mahasiswa dihadapkan pada kebutuhan untuk memahami informasi dan aturan di satu sisi dan sdi sisi lain mahasiswa harus mempunyai kemampuan untuk menerapkan pemahamannya ke dalam realitas. Oleh karena itu, keterlibatan maahasiswa dalam penyelesaian masalah akan mengembangkan kemampuan mengevalusai secara kritis dan mendapatkan pengetahuan baru serta mempunyai komitmen untuk terus belajar.

Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu dilakukan suatu upaya, yaitu dengan menerapkan suatu metode pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa akif dalam proses belajar. beragamnya metode pembelajaran yang berkembang membawa dampak yang berbeda pada hasil belajar.. pandangan ini mendorong adanya kebijakan barudalam praktek pendidikan,  yaitu menekankan perlunya mahasiswa untuk memainkan peran aktif dalam memperoleh pengetahuan. Meningkatkan begitu pentiingnya peran aktif mahasiswa, maka nmenerapkan metode yang efektif dan efesien adalah sebuah keharusan. Dengan harapan, proses belajar menyenangkan dan tidak membosankan.

Kesadaran akan pentingnya proses pembelajaran terhadap ahasiswa mendorong para ahli pendidikan untuk menggali metode pembelajaran yang dapat menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan eesien. Inovasi metode pembelajaran mengarah pada pada metode yang lebih menekankan pada  keaktifan mahasiswa dalam proses belajar. metode pembelajaran yang lebih menekankan keaktifan mahasiswa dalam proses belajar, antara lain metode Cooperative Learning tipe jigsaw  dan Problem Based Learning. Selanjutnya, dalam tulisan ini akandipakai singkatan CL tpe jigsaw untuk Cooperative Learning  tipe jigsaw  dan PBL untuk Problem Based Learning.

Dalam penelitian ini, akan dikaji beberapa permasalahan seperti berikut. Pertama, apakah prestasi belajar mahasiswa dalam mata kuliah Perencanaan Pembelajaran yang diajar dengan metode problem based learning lebih tinggi  daripada yang diajar dengan metode  cooperative learning  tipe   jigsaw  dan metode ceramah Kedua, apakah kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dalam mata kuliah Perencanan Pembelajaran yang diajar dengan metode  problem based learning lebih tinggi daripada yang diajar dengan metode  cooperative learning tipe  jigsaw dan metode ceramah?.

Probel Based Learning (PBL)
Harsono dan Dwiyanto (2005) menyatakan bahwa PBL adalah suatu metode pembelajaran, mahasiswa sejak awal dihadapkan pada sutau masalah, kemudain diikuti oleh proses pencarian informasi yang bersifat student centered. PBL dipaami sebagai suatu strategi instruksional, mahasiswa mengidentifikaasi pokok persoalan (issues)  yang dimunculkan oleh masalah yang spesifik. Pokok persoalan tersebut membantu dan mendorongmahasiswa untuk mengembangkan pemahaman tentabf berbagai konsep yang mendasari masalah serta prinsip penegtahuan lainnya  yang relevan. Masalah berfungsi sebagai stimulus dan fokus bagi aktivitas dan proses belajar mahasiswa.

Wong, Lee dan Mok (2001) menyatakan bahwa belajar menggunakan PBL yang berorientasi pada situasi nyata angat praktisdan mendorong mahasiswa untuk bekerja sama dalam kelompok, meningkatkan keterampilan berpikir kritis, mencari solusi terhadap masalah  yang nyta dalam kehidupan sehari-hari. Masalah dibuat dalam bentuk skenario, melibatkan rasa ingin tahu mahasiswa untuk memulai pembelajaran melalui pokok pembahasan.Anderson dan Glew (2002) mengemukakan bahwa PBL mempersiapkan mahasiswa untuk berpikr kritis dan analistis serta mengguakan sumber-sumber belajar yang tepat.

Berdasakran dari beberapa pendapat tersebut, dapat doisimpulkan bahwa karakteristik metode PBL adalah belajar berdasarkan nyata. Fokus pada keterkaitanantas disiplin ilmu dengan masalah yang dibahas, mahasiswa meninjau masalah itu dari mata kuliah. Mahasiswa melakukan penyelidikan untuk mencari penyelesaian  masalah, dan menuntut mahasiswa menghasilkan produk tertentu dalam bentuk karya nyata.

Cooperativ Learning
Cooperativ Learning tipe jigsaw adalah salah satu tipe dari metode kooperatif yang dikembangkan oleh Aronson, Blaney, Stephan, Sikes dan Snapp (1978) di Austin Texas. Metode CL tipe jigsaw adalah suatu metode pembelajaran bersama yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok, mahasiswa bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya. Kelompok ahli adalalah kelompok yang teridiri dari anggota kelompok asal yang berbeda, ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu, menyelasikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan pada anggota kelompok asal. Keterampilan bekerja dan belajar pada keddua jenis pengelompokan.

Lie (2007) menemukan bahwa CL tipe jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab mahasiswa baik materi atau tugas yang merupakan bagiannya maupun materi atau tugas yang merupakan bagian mahasiswa lain. Mahasiswa  tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompok lain. Dengan demikian, tumbuh sikap dan perilaku saling tergantung,menyediakan kesempatan bagi para mahasiswa untuk saling membantu dalam proses belajar. Kondisi ini dapatmendorong mahasiswa untuk belajar bersama dan bertanggung jawab terhadap bagian materi untuk mencapai tujuan bersama.

Belajar bersama membuka kesepatan bagi mahasiswa untuk melatih bkeberanian berdisksi dan mempunyai tanggung jawab dalam proses belajar. Artzt (1983) menyatakan bahawa CL tipe jigsaw merupakan metode yang melibatkan kelompok kecil, mahasiswa diharapkan berdiskusi untuk menyamakan pengetahuan yang dimilki dan mengatasi kesenjangan pengetahuan mahasiswa antara satu sama lain. Adanya diskusi dalam kelompok, memungkinksn perbeddaan antar mahasiswa dapat diatasi karena mahasiswa saling membantu satu sama lain. antara mahasiswa yang pandai dengan mahasiswa yang kurang pandai.

Metode Ceramah
Menurut Eggen dan Kauchak (2004) , ceramah merupakan metode yang paling sering digunakan oleh pengajar dalam proses pembelajaran. Ceramah sebagai metode yang paling mudah untuk diterapkan, semua mahasiswa mampu untuk melakukannya dan tidak rumit, sehingga sangat fleksibel untuk diterapkan oleh dosen. Jika dilaksanakan dan direncanakan dengan baik, ceramah juga metode pembelajaran yang efektif. Melalui ceramah, waktu dapat di efisienkan, artinya waktu dicurahkan untuk menghadapi mahasiswa sekaligus dalam jumlah yang banyak. Ceramah bersifat fleksibel dan dapat diterapkan pada banyak mata kuliah.

Hasil penelitian Zakaria dan Iksan (20007) menemukan bahwa kualitas materi yang diberikan oleh dosen sangat bergantung pada cara penyampaian dosen di kelas. Mahasiswa menerima serta merekam informasi dalam bentuk dan arti secara esensial sama dengan informasi atau materi yang telah dismpaikan oleh pengajar. Di dalam metode ceramah, dosen masih memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Dampak jangka panjangnya antara lain: pastisipasi mahasiswa kkurang, sangat tergantung pada kemampuan pengajar, tidak dapat digunakan untuk berbagai gaya belajar seperti pemecahan masalah, kemampuan komunikasi dan hubungan interpersonal.

Kelamahan metode ceramah antara lain: (1) kurang melekat pada ingatan mahasiswa, (2) mahasiswa tidak aktif, (3) informasi hanya satu arah, (4) feedback relatif rendah, (5) menggurui dan melelahkan, (6) monoton, (7) tidak mengembangkan kreativitas mahasiswa, (8) menjadikan mahasiswa  hanya sebagai objek dan (9) tidak merangsang cara mahasiswa untuk membaca (Zaini, Munthe & Aryani, 2007).

Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ceramah merupakan metode pembelajaran yang ditandai oleh penyampaian informasi yang bersifat langsung dengan komunikasi satu arah (uni-directional) dan mahasiswa  secara pasif menerima dan mencatat informasi yang sama sebagaimana disampaikan oleh dosen.

By : Nur Khasanah

Berlangganan via Email