Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Strategi Pembelajaran Kooperatif atau Kelompok

Pembelajaran di kelas maupun di sekolah seharusnya bisa bermakna agar dapat memberikan pengalaman belajar yang menyangkut keadaan mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik dengan peserta didik lainya, antar peserta didik dengan guru, lingkungan, media pembelajaran, dan sumber belajar lainnya.

Strategi pembelajaran Kooperatif


Di dunia pendidikan kita ada suatu masalah yang harus dihadapi yakni masalah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, selama ini anak kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran di kelas biasanya anak di arahkan pada kemampuan hafalan, otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai macam informasi, bahkan tidak mewajibkan untuk memahami informasi yang dihafalkannya untuk dihubungkan dengan kehidupan sehari-harinya dalam berinteraksi atau pada lingkungan sekitarnya.

Dalam strategi pembelajaran seharusnya dirancang dengan tepat, yang dapat berkreasi dan berinovasi yang sesuai dengan materi yang diajarkan yang juga dapat menumbuhkan kemandirian peserta didik untuk bisa belajar secara individu maupun bekerja sama dalam berkelompok. Makna strategi pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem pengajaran yang memberikesempatan peserta didik untuk dapat bekerja sama dengan peserta didik lainnya dakam mengerjakan tugas-tugas yang tersusun sehigga peserta didik dapat meningkatkan kemajuan belajarnya dan saling membantu keberhasilan seluruh anggota kelompoknya. Dalam pembelajaran kooperatif mencakup pembelajaran yang kontruksif dan kondusif yang bersifat kompleks, menciptakan lingkunga yang alami dan berinteraksi sosial. Dalam strategi pembeajaran kooperatif ini memiliki keunggulan dalam menumbuhkan kerja sama dan partisipasi antar peserta didik dalam proses belajar mengajar sehingga dengan pembelajaran kooperatif ini peserta didik dapat meningkatkan kemandirian belajarnya.

Pembelajaran kooperatif secara etimologi mempunyai arti belajar bersama antara dua orang atau lebih, sedangkan dalam artian yang lebih luas pembelajaran kooperatif  memiliki artian belajar bersama yang melibatkan antara 4-5 orang yang bekerja bersama menuju kelompok kerja dimana setiap anggota harus bertanggung jawab secara individu agar menjadi bagian hasil dari sebuah adanya kerja sama antar kelompok. Yang berarti anggota kelompok saling tergantung secara baik dan positif.
Selain itu pengembangan koperatif mengandung arti keterlibatan secara proaktif antara kelompok yang melibatkan dalam proses kognisi, afeksi, dan konasi. Pendekatan pembelajaran kooperatif ini jika diterapkan dalam dunia pendidikan maka suasana akan lebih efektif jika pembelajaran tersebut dilakukan dalam pemikiran sosial study.

Sosial mengacu kepada kebutuhan agar terlibat dalam kegiatan dimana yang dapat mendukung interpersonal environment, yaitu kemungkinan akan terjadinya hubungan saling mengenal antara priadi satu dengan pribadi lainnya secara mendalam didalam suatu lingkungan. Dengan begitu dalam interpersornal environment individu-individu harus menjadi bagian yang efektif dalam memberikan sumbangan dan menjadikan bagian intrgral dan komunitas sosial yang bermanfaat atas partisipasinya. Agar menjadi interpersonal yang efektif, seharusnya para siswa belajar mempraktikan adanya pengetahuan, memiliki kemampuan dan sikap yang diperlukam didalam kelompok sosial, dan dapat menempatkan dirinya menjadi bagian kelompok sosial yang telah dibentuk. Selain itu agar menjadi interpersonal environment seharusnya para siswa juga memiliki interpersonal skill.

Kerjasama yang dilandasi  dengan pemikiran study sosial yang diwujudkan dalam pembelajaran yang menggunaka pendekatan pembelajaran kooperatif merupakan pemikiran yang sangat penting dalam dunia pendidikan hususnya pada materi atau bidang Ilmu Pengetahuan Sosial. Dengan begitu pada mata pelajaran IPS yang memiliki kaitan erat dengan berbagai kedisiplinan ilmu tentu juga memiliki peran yang cukup penting untuk membentu suatu individu yang mampu berpatisipasi, memberikan sesuatu kepada komunitasnya, masyarakatnya, dan bangsa dalam peningkatan kelangsungan hidup, kemajuan peningkatan pribadi yang terbentuk.

Maka dengan itu jika tanpa adanya kerjasama yang efektif dan kompak dengan orang lain, maka hal tersebut tentu akan sulit untuk diwujudkan. Suatu kelompok, komunitas, masyarakat dan bangsa tidak dapat eksis terlalu lama, kecuali apabila individu-individu tidak memiliki kemampun dalam bekerjasama dan berinteraksi dengan orang lain. Terdapat beberapa hasil dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya atau sering terjadi pada orang yang kehilangan pekerjaan dan gagal dalam berkarya karena kurang memiliki kemampuan impersonal skill atau kemampuan dam bekerja sama dengan orang lain.

Oleh karena itu maka para pendidik atau disebut dengan guru seharusnya memiliki tanggung jawab untuk membantu siswa agar untuk memperoleh kemampuan dalam berpatisipasi dan bekerjasama secara efektif didalam latar sosialdan masyarakat lingkungan. Tanggungjawab tersebut akan dapat terlaksana secara efektif dan baik apabila para pendidim khususnya guru dari materi IPS menerapkan proses pembelajaran melalui pendekatan kooperatif (Cooperatif Learning(CL).

Pelajaran kooperatif juga terdapat karakteristik yang dapat membedakannya dengan strategi pembelajaran lainnnya. Perbedaan tersebut dapat kita lihat dari proses pembelajarannya yang lebih menekannya pada proses kerjasama dalam sebuah kelompok atau komunitas, atau untuk mencapai tujuan peserta didik secara harmoni maka seharusnya bekerjasama dengan teman sekelasnya. Sesuai dengan sifatnya pembelajaran kooperatif yanfg lebih mengunggulkan aspek kerjasama memiliki karakteristik sebagai berikut :

1. Pembelajaran secara Tim
Pembelajaran ini dilakukan secara Tim, dengan Tim inilah seluruh anggota secara bersama-sama mencapai tujuan yang ditentukan, oleh karena itu Tim harus mampu membuat setiap peserta didik berpatisipasi dalam Tim belajar.
2. Pembelajaran dengan manajemen kooperatif
Manajemen memiliki empat pilar yang menjadi fungsi manajemen, yaitu: fungsi perencanaan, fungsi organisasi, fungsi pelaksanaan, dan fungsi control.
3. Kemauan untuk bekerja sama
Kerja sama dalam suatu kelompok atau komunitas tidak akan menjadi efektif apabila setiap anggota tidak memiliki kemauan untuk menyelesaikan tugas secara bekerja sama atau dengan terpaksa.
4. Keterampilan bekerja sama
Tujuan bekerja dalam kelompok adalah keberhasilan kelompok bukan hanya individu-individu dalam kelompok secara terpisah, unyuk itu kemampuan dan keterampilan bekerja sama dalam kelompok sangat dibutuhkan agar setiap anggota kelompok dapat menyumbangkan ide, mengemukakan pendapat dan dapat memberikan kontribusi kepada keberhasilan kelompok.

Selain itu pembelajaran kooperatif juga memiliki beberapa prinsip. Menurut Wina Sanjaya (2007) pembelajaran kooperatif mempunyai empat prinsip dasar antara lain:
a. Prinsip Ketergantungan Positif (Posititive Interdependence)
b. Tanggung jawab Perseorangan (Individul Accountability)
c. Interaksi Tatap Muka (Face to Face Promotion Interaction)
d. Partisipasi dan Komunikasi (Participiation Communication)
Begitulah sedikit pengetahuan saya tentang pembelajaran kooperatif

By : Elisa Miftakhul Jannah

Berlangganan via Email