Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Strategi Pembelajaran yang Inovatif dan Unik Bagi Siswa dalam Proses Pengajaran

Satu diantara masalah besar di Indonesia dalam bidang pendidikan adalah rendahnya mutu pendidikan yang tergambar dari rendahnya hasil prestasi belajar siswa. Tidak sedikit siswa yang menjadi korban salah ajar karena proses pembelajaran yang tidak efektif. Dan masalah yang lain adalah guru menjadikan siswa hanya sebagai objek dan bukan sebagai subjek, sehingga pembelajaran hanya fokus pada peran guru (teacher centered). Proses pendidikan dalam sistem sekolah belum menerapkan pembelajaran sampai siswa paham dan menguasai materi pembelajaran secara tuntas. Akibatnya banyak siswa yang tidak paham akan materi yang telah disampaikan meskipun telah dinyatakan lulus dari sekolah. Hal ini yang menjadikan kegagalan dalam proses pembelajaran. Sehingga mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah.

Strategi pembelajaran yang inovatif dan unik


Harusnya pendidikan kita memberikan kesempatan bagi setiap siswa dalam berbagai mata pelajaran untuk mengembangkan kemampuan berfikir yang logis, kreatif, dan menyeluruh. Dan guru yang profesional adalah guru yang mampu memberikan kemudahan dalam proses belajar mengajar serta menumbuhkan siswa yang rajin belajar. Dalam rangka mensukseskan program keberhasilan belajar, kita sebagai calon guru harus mampu mencari strategi pembelajaran dan mengembangkannya agar dapat mempersatukan semua perbedaan yang dimiliki oleh masing-masing siswa dalam proses pengajaran. Oleh karena itu mari kita cari tahu apa yang dimaksud dengan strategi pembelajaran, kenapa strategi pembelajaran dianggap penting, serta bagaimana menyusun strategi pembelajaran yang inovatif bagi siswa?

Pengertian Strategi Pembelajaran
Menurut para ahli ada beberapa hakikat dari strategi diantaranya adalah.
  1. Menurut Mintzberg dan Waters (1983) strategi adalah pola umum tentang keputusan atau tindakan.
  2. Menurut  Hardy, Langley, dan Rose dalam Sudjana (1986) strategi adalah rencana atau kehendak yang mendahului dan mengendalikan kegiatan.
  3. Menurut Siagian (20014) strategi adalah keputusan dan tindakan yang mendasar yang dibuat oleh menejemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut. 

Jadi strategi adalah suatu pola yang telah direncanakan untuk untuk melakukan kegiatan sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Menurut para ahli ada beberapa hakikat dari pembelajaran diantaranya adalah.
  1. Menurut Corey (1986) pembelajaran adalah proses dimana lingkungan seseorang segaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu.
  2. Menurut Gagne dan Briggs (1979) pembelajaran adalah rangkaian kejadian, peristiwa, dan kondisi, yang secara sengaja dirancang untuk mempengaruhi siswa sehingga proses belajarnya dapat berlangsung dengan mudah.

Jadi pembelajaran adalah cara untuk membelajarkan seseorang atau kelompok melalui berbagi strategi, upaya, metode dan pendekatan ke arah yang telah direncanakan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran adalah upaya dalam kegiatan pembelajaran yang berupa pedoman umum serta kerangka kegiatan agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Langkah-Langkah dalam Proses Pembelajaran
Ada beberapa langkah yang harus diterapkan para guru kepada siswanya dalam proses pembelajaran dikelas, agar dapat menentukan keberhasilan kegiatan belajar mengajar, diantaranya yaitu.
  1. Menentukan prosedur, metode, serta teknik yang tepat dan dapat mencapai sasaran.
  2. Guru harus mampu membatasi waktu presentasi di depan kelas. Dan untuk sisa waktu yang ada berikan pada siswa. Karena dengan banyak waktu yang ada menjadikan siswa menjadi lebih aktif dan kreatif. Siswa juga bisa mendapatkan pengalaman belajar lebih banyak.
  3. Menghubungkan materi pembelajaran dengan kejadian sehari-hari di lingkungan sekitar. Dengan begitu siswa akan lebih mudah menyerap ilmu dan bisa langsung menerapkannya.
  4. Dalam penyampaian materi, guru harus melibatkan suasana hati. Guru harus selalu gembira dan bahagia. Apabila guru ceria maka siswa akan menjadi lebih semangat dalam belajar. Serta hindari penyampaian materi secara monoton.
  5. Membuat kerajian sebagai hasil dari pembelajaran yang dapat memberikan manfaat dalam waktu yang panjang. Dengan kegiatan tersebut, siswa bisa menunjukkan kemampuan dirinya.


Tahapan Kegiatan Pembelajaran
1. Tahap Prainstruksional
Tahap prainstruksional adalah tahap awal yang dilakukan oleh seorang guru dalam memulai proses belajar mengajar. Beberapa contoh diantaranya yaitu menanyakan kehadiran siswa, menanyakan sejauh mana materi yang telah disampaikan, memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum mereka pahami.
2. Tahap Instruksional
Tahap kedua ini merupakan inti materi pembelajaran yang akan disampaikan guru kepada siswa. Contohnya yaitu guru mulai menjelaskan materi yang telah disiapkan kepada siswanya, memberikan contoh yang nyata kepada siswa terkait dengan materi yang disampaikan, serta memberikan kesimpulan bersama dengan siswa mengenai materi pembelajaran yang telah disampaikan.
3. Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut
Tujuan dari tahap ketiga adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari tahap kedua.

Beberapa Metode Unik Untuk Mewujudkan Strategi Pembelajaran
1. Metode Rangking 1
Metode ini merupakan kuis yang bisa digunakan untuk kepentingan pembelajaran. Sebelum melalukan kuis tersebut maka guru harus mempersiapkan segala sesuatu dengan matang. Karena pada metode ini akan menyaring beberapa siswa. Oleh sebab itu perlu dipilih pertanyaan dari tingkat yang paling mudah hingga tingkat yang paling sulit. Soal yang diberikan tidak harus sesuai dengan materi pembelajaran, namun juga bisa menyangkut materi yang umum. Maka dengan begitu menunjukkan bahwa dalam pembelajaran, siswa tidak hanya diajarkan pada satu pengetahuan saja. 
2. Metode Kata Berantai
Metode ini sering disebut dengan ice breaking. Metode ini dilakukan agar kelas menjadi lebih hidup dan menjadikan siswa lebih semangat setelah melakukan proses pembelajaran. Tunjuk satu siswa untuk maju di depan kelas dan suruh mereka untuk menyebutkan satu kata misalkan apel maka teman sampingnya harus menyebutkan nama buah yang diawali dengan huruf L (huruf L berasal dari akhir buah apel). Seperti lemon, setelah itu nanas, lalu salak dan seterusnya. Apabila siswa tidak bisa melanjutkan maka akan mendapat hukuman. Baik berupa pertanyaan materi yang telah disampaikan, atau menyanyi dan menari. 
3. Tebakan Kecerdasan
Metode ini bertumpu pada guru. Dimana guru memberikan pertanyaan yang unik kepada siswa dan siswa harus mampu untuk menjawabnya. Misalkan pertanyaan pertama: Dalam sebuah perlombaan lari, Yanti menyalip peserta yang berada di posisi nomor dua, maka sekarang Yanti berada di posisi nomor berapa?  Semua siswa akan antusias dalam menjawabnya. Motede seperti ini bisa diaplikasikan dengan semua materi pembelajaran. Dengan syarat guru harus cerdik dalam membuat pertanyaan kepada siswa. Metode ini mempermudah siswa dalam memecahkan masalah yang ada dalam proses belajar.

By : Nabila Retno Pratiwi

Berlangganan via Email