Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BAGAIMANA PROBLEMATIKA PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA DINI?

Pada umumnya kami melihat perkembangan bahasa pada anak usia dini dilihat dari usia anak. Setiap anak yang lahir di dunia, sangat rentan dengan berbagai masalah. Masalah yang dihadapi anak, terutama anak usia dini, biasanya berkaitan dengan gangguan pada proses perkembangannya. Bila gangguan pada proses perkembangannya. Bila gangguan atau problem tidak segera diatasi maka akan berlanjut pada fase perkembangan berikutnya yaitu fase perkembangan anak sekolah,  pada gilirannya gangguan tersebut perkembangan yang optimal.

PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA DINI


Masalah yang bisa menghambat perkembangan  bahasa pada anak usia dini ada 3, diantaranya:
1. Fisik, perkembangan aspek fisik terkait dengan keutuhan dan kemampuan fungsi panca indera anak, kemampuan melakukan gerakan-gerakan sesuai perkembangan sesuai dengan tingkat usia. Serta kemampuan mengontrol pembuangan. Permasalahan-permasalahan atau problematika fisik tersebut adalah sebagai berikut :
a. Cacat tubuh, kecacatan pada anak usia dini dapat menghambat perkembangan bahasa pada diri anak tersebut.
b. Gangguan kesehatan, kesehatan sangatlah berpengaruh pada perkembangan bahasa anak. Karena apabila penyakit tersebut sewaktu-waktu kambuh, maka akan sangat membuat anak tersebut tidak nyaman dan itu bisa menghambat perkembangan bahasa nya.
c. Kidal, kidal disini yaitu kidal pada ucapannya, kidal ini juga bisa menghambat perkembangan bahasa pada anak usia dini karena anak yang kidal masih belum bisa mengucapkan kata dengan benar.
d. Hiperaktif, anak yang hiperaktif akan cenderung lebih menyukai kegiatan seperti permainan daripada membaca atau menulis, karena menurut anak yang hiperaktif kegiatan membaca dan menulis adalah hal yang membosankan.
e. Obesitas (kegemukan), obesitas bisa menghambat perkembangan bahasa pada anak usia dini karena pada umumnya anak yang mengalami obesitas cenderung pemalas, memang memiliki tubuh yang gemuk pada anak usia dini akan membuatnya malas untuk melakukan pekerjaan apa pun, apalagi belajar.
f. Gagap, anak yang gagap akan sulit mengucapkan satu kata, hal tersebut bisa menghambat perkembangan bahasanya.
g. Neoropati adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi-kondisi yang terkait dengan kelainan pada fungsi saraf. Kata neuropati itu sendiri berarti gangguan saraf. saraf-saraf yang ada di seluruh tubuh dapat mengalami gangguan akibat penyakit tertentu maupun cedera. Penyakit ini bisa menghambat perkembangan bahasa pada anak usia dini, karena ini adalah penyakit yang terkait dengan saraf.
h. Ngompol ( enuresis ), pada anak usia dini seringkali mengalami hal tersebut yakni ngompol ( enuresis ). Ngompol itu ada 2, salah satunya yaitu ngompol primer yaitu ngompol yang terjadi sejak bayi. Masalah utama yang dihadapi oleh anak anak pengompol primer adalah ketidakmampuan otak untuk menangkap sinyal yang dikirimkan oleh kandung kencing yang sudah penuh saat sang anak terlelap. Kenyataannya, kapasitas kandung kencing pada anak pengompol lebih kecil daripada anak anak yang normal.

2. Psikis 
Beberapa permasalahan atau problematika psikis sering kali di alami anak:
a.Gangguan konsentrasi, anak usia dini biasanya memang banyak yang suka dengan permainan daripada belajar membaca dan menulis, seringkali dari mereka pada saat pembelajaran membaca atau menulis berlangsung mereka tidak fokus atau tidak konsentrasi terhadap apa yang diajarkan oleh guru, penyebanya mungkin salah satu dari mereka menemukan sesuatu yang menarik seperti mainan mobil-mobilan atau mainan yang mungkin menurutnya tidak membosankan. Apabila anak tersebut sudah seperti itu, maka guru pembimbing harus sabar menghadapinya.

b.Intelegensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Tidak semua anak bisa menyesuaikan diri dalam lingkungannya karena karakter tiap anak berbeda-beda.

c.Berbohong, anak usia dini cenderung berbohong karena takut, mereka bersikap seperti ini karena mereka tidak mau dimarahi oleh guru mereka. Berbohong ini juga dapat menghambat perkembangan bahasanya karena mereka tidak bicara dengan jujur dan pada akhirnya kalau ia ditanyai, dia akan diam dan tidak mengucapkan apa pun atau ia hanya tersenyum saja.

d.Emosi ( perasaan takut, cemas, marah ), ini adalah hal yang sangat wajar terjadi pada anak usia dini karena anak seusia mereka berproses, tetapi emosi tersebut bisa menghambat perkembangan bahasa paud karena perasaan takutnya, ia tidak bisa berbicara dengan jelas di hadapan guru pendidik dan ia merasa cemas. Dan untuk marah, mungkin akan lebih sulit dari biasanya karena anak yang pemarah susah untuk diatur atau sulit untuk memahamkannya.

3.Sosial 
Perkembangan sosial anak berhubungan dengan kemampuan anak dalam berinteraksi dengan teman sebaya, orang dewasa, lingkungan pergaulan yang lebih luas. 
a.Tingkah laku agresif, tingkah laku tersebut bisa menghambat perkembangan pada bahasanya  karena anak yang berlaku agresif seperti ini akan sulit untuk memahamkannya, mungkin dia hanya ingin mengajak bermain saja.
b.Pemalu, sifat yang satu ini juga dapat menghambat perkembangan bahasanya, apabila ia pemalu, lalu ia disuruh misalnya maju ke depan membacakan cerita maka ia tidak akan mau membacanya atau dia hanya melihat saja
c.Anak yang manja, anak yang dimanja ini seringkali kemana-mana minta ditemani, hal ini akan menghambat perkembangan bahasanya karena dia tidak terbiasa berkomunikasi dengan orang lain selain ayah atau ibunya.
d.Perilaku berkuasa, perilaku ini seperti seolah-olah sekolah milik sendiri, mungkin anak tersebut sering menonton acara televisi.
e.Perilaku perusak, perilaku ini sebenarnya sangat mengganggu karena dia sangat merusak dan membuat teman yang lain mungkin tidak nyaman apabila bersamanya karena takut barangnya akan dirusakkan oleh anak tersebut.

Faktor penyebab permasalahan anak. Terdapat beberapa faktor penyebab pada intrinsik   ( berasal dari anak sendiri ) maupun ekstrinsik ( berasal dari luar diri anak ). Secara umumm, faktor-faktor tersebut adalah :
1..Pembawaan yakni anak dengan semua keadaan yang ada pada dirinya. 
2. Lingkungan keluarga, mencakup pola asuh orang tua, keadaan sosial, ekonomi keluarga. 
3. Lingkungan sekolah meliputi cara mengajar guru, proses belajar mengajar, alat bantu, kurikulum. 
4.Masyarakat mencakup pergaulan, norma, adat istiadat. 
Setiap permasalahan tentu memiliki solusi. Demikian pula permasalahan yang dihadapi anak, merupakan suatu cara bagi orang tua dan guru untuk belajar memberikan solusi yang terbaik bagi proses tumbuh kembang anak-anak mereka. 

By: ASRI IMANI KHASANAH

Berlangganan via Email