Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Siswa Mengobrol Saat Guru Mengajar dalam Pembelajaran?

Pendahuluan
Telah menjadi siswa setiap pagi berangkat dari rumah menuju sekolah, untuk memperoleh ilmu yang akan guru berikan. Berbagai macam cara yang mereka gunakan untuk sampai sekolah tepat pada waktunya. Diantaranya mereka berjalan kaki karena jarak dari rumah ke sekolah tidak terlalu jauh, ada juga yang menggunakan angkutan umum karena terbilang murah uang tranfortasinya, ada juga yang diantar sendiri oleh orang tua mereka. Setelah sampai di sekolah tanggung jawab orang tua kepada anaknya digantikan oleh guru selama di sekolah atau dengan kata lain orang tua siswa di sekolah adalah guru, jadi siswa wajib mendengarkan apa yang guru perintahkan dan turut kepadanya.

Mengambil Pembelajaran dari Lebah


Semangat yang dibawa dari rumah untuk menuntut ilmu di sekolah belum berkurang saat jam pertama KBM baru dimulai. Semua siswa terlihat aktif pada saat guru menerangkan, namun hal seperti itu tidak bertahan hingga KBM jam terakhir selesai. Kebiasaan buruk yang dimiliki oleh siswa ketika bosan menyimak dan mendengarkan apa yang guru terangkan tidak lain adalah mengobrol. Kebiasaan seperti ini sering kali membuat guru kesal karena siswa tidak mengharggai orang yang sedang berbicara didepannya. Kami menemukan siswa yang asik mengobrol pada saat guru menerangkan dan tidak diketahui oleh gurunya sendiri karena mereka duduk di belakang atau kedua terakhir.

Ternyata semangat siswa akan menurun jika mereka telah sampai di sekolah terutama, ketika saat belajar semangatnya semakin menurun dengan demikian tidak sedikt siswa yang tidak memperhatikan ketika guru menerangkan. Sehingga menyebabkan siswa tidak dapat menerima ilmu yang disampaikan oleh guru dan siswa tidak akan paham mengenai pelajaran tersebut, padahal sebenarnya masalah ini dapat diatasi jika ada kemauan dari siswa maupun guru.

Pembahasan 
Kebiasaan buruk yang kerap terjadi dalam proses belajar mengajar sangat banyak. Seperti halnya main Handphone dan terutama mengobrol  saat guru menerangkan. Kebiasaan buruk itu terjadi karena dipicu banyak faktor dari guru maupun siswa. ketidak aktifan siswa-siswi juga bisa disebabkan karena bosan atau metode pembelajaran guru yang tidak menarik.

Kebiasaan buruk yang terjadi ini kerap membuat guru kesal. Karena siswa-siswi dianggap tidak menghargai guru yang sedang menerangkan. Oleh karena itu siswa-siwi banyak yang tidak mengerti apa yang disampaikan guru. Ini hal yang sangat sepele namun berdampak besar kepada siswa-siswi. Entah ilmunya tidak bermanfaat ataupun konsentrasi terganggu.

Kebiasaan buruk ini terjadi karena siswa tidak mempunyai rasa tanggung jawab dalam proses belajar. Dan guru juga belum maksimal mengondisikan keadaan kelas. Terkadang banyak siswa-siwi yang bosan akan media yang dipakai oleh guru. Sehingga siswa-siswi memilih untuk mengobrol sama temen yang lain dan proses belajar mengajar tidak efektif. 

Faktor-faktor yang memepengaruhi proses belajar dan mengajar. 
a. Faktor fisiologis
Faktor ini secara umum membahas mengenai kesehatan. Kesehatan lahir maupun batin. Faktor fisiologis ini juga berpengaruh pada proses belajar. Kondisi saraf pengontrol kesadaran juga perlu diperhatikan, karena dapat mempengaruhi hasil belajar. Misal seseorang yang minum muniman keras tingkah lakunya negative karena pengontrol kesadarannya terganggu.

b. Faktor psikologis
Setiap orang memiliki kondisi psikologis yang berbeda-beda. Perbedaan ini sangat berpengaruh pada proses belajar siswa. Faktor psikologis dapat diuraikan sebagai berikut antara lain adalah perhatian, intelegensi, minat dan bakat, kognitif dan nalar, motivasi, dan motif.
- Intelegensi : kemampuan menyesyaikan diri terhadap lingkungan baru secara cepat dan efektif
- Perhatian : siswa harus dihadapkan pada obyek yang mampu menarik perhatian siswa tersebut
- Minat dan bakat : minat adalah kecenderungan tetap untuk memerhatikan bakatnya.bakat adalah kemampuan untuk belajar. Jadi minat dan bakat ini perlu dikembangkan dan di beri wadah.
- Motif dan motivasi : motif adalah upaya seseorang melakukan sesuatu. Motivasi adalah sama dengan motif.
- Kognitif dan daya nalar : hal ini meliputi 3 hal yaitu persepsi, mengingat, dan  berpikir. Persepsi adalah pengindraan dalam suatu kesan yang timbul dalam lingkungan. Mengingat adalah suatu aktivitas kognitif dimana bahwa orang menyadari bahwasannya pengetahuan yang di dapat itu berdasarkan pengalamannya. Berpikir itu adalah kehiatan menalar yang dilakukan oleh seseorang. Berpikir itu ada dua macam yaitu berpikir autistic (autostic) dan berpikir realistic (realistic). Yang pertama mungkin bisa dis ebut melamun ; fantasi, menghayal. Berpikir realistic yaitu disebut juga nalar (reasoning).

c. Faktor lingkungan
Kondisi lingkungan juga sangat berpengaruh pada hasil dan proses belajar anak. lingkungan ini ada lingkungan sosial juga ada lingkungan alam. Lingkungan alam itu seperti suhu, kelembapan udara. Misal belajar di tengah lapangan pada waktu siang hari udara terasa panas sehingga pembelajaran tidak efektif. Beda dengan belajar di pagi hari atau belajar di lingkungan yang nyaman pembelajaran bisa lebih efektif.
Lingkungan sosial juga berpengaruh pada proses belajar siswa. Interaksi-interaksi di dalamnya sangat mempengaruhi. Oleh karena itu sebaiknya sekolah didirikan di lingkungan yang kondusif, aman, dan tentram.

d. Faktor Instrumental
Faktor-faktor instrumental yaitu faktor pendukung yang sudah direncanakan sesuai dengan hasil belajar. Faktor ini dapat berupa fasilitas, kurikulum, dan guru. 


Solusinya 
  1. Dibentuk kelompok dengan tugas-tugas tertentu dan diarahkan oleh guru.
  2. Praktik guru pada proses pembelajaran harus terpusat pada siswa. makin kreatif guru mengelola kelas, makin kondusif proses pembelajaran.
  3. Perlu diciptakan rasa persahabatan dan percaya diri.
  4. Keterbukaan antara guru dengan siswa sehingga bisa saling bersikap jujur
  5. Menumbuhkan rasa tanggap, cepat, dan cermat. 
  6. Untuk mewujudkan kelas yang efektif guru juga mempunyai tugas yang berat yaitu guru berusaha menghilangkan permasalahan-permasalahan yang terjadi di kelas, seperti kurangnya kesatuan, dan sebagainya. Guru juga harus kreatif dalam dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.
  7. Dengan memberikan strategi active knowledge sharing ( Saaling Tukar Pengetahuan). Jadi strategi ini melibatkan semua siswa-siswi untuk belajar dengan cepat. Strategi ini juga bisa menumbuhkan motivasi siswa dalam melakukan proses belajar.  


DAFTAR PUSTAKA
Munadi,Yudhi,Media Pembelajaran Sebuah Pendekatan Baru, gaung persada, Jakarta,2008.
Bahri Syaiful,Strategi Belajar Mengajar,Rineka Cipta, Jakarta, 2010.
Sekar,Bermawy,Hisyam,Strategi Pembelajaran Aktif, CTSD, Yogyakarta, 2004

By: NURJIHAAN NAZHIIFAH

Berlangganan via Email