Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BAGAIMANA KEBIJAKAN GURU TERHADAP SISWA YANG DATANG TERLAMBAT KE SEKOLAH?

Setiap sekolah pasti mempunyai kebijakan masing-masing tentang peraturan yang ditetapkan. Salah satunya adalah peraturan sekolah yang disebut dengan tata tertib. Peserta didik diharuskan untuk mentaati tata tertib sekolah untuk menuju keberhasilan proses belajar mengajar, serta membentuk karakteristik peserta didik agar disiplin dan mempunyai tanggung jawab. Tata tertib sekolah dapat berjalan dengan baik jika peraturan tersebut ditaati oleh setiap warga sekolah, baik dari Kepala Sekolah, Guru, staff, dan para siswa. Peraturan dibuat agar peserta didik dapat mengontrol tingkah lakunya dan berprilaku sesuai dengan peraturan yang berlaku di lingkungan sekolah.

Mengatasi keterlambatan siswa datang ke sekolah?


Penyelenggaraan pendidikan dapat dilakukan baik secara formal maupun non formal di luar sekolah. Sekolah adalah tempat untuk mencari ilmu, baik secara akademis maupun non akademis. Dalam prosesnya, siswa akan belajar banyak hal di sekolah, mulai dari bersosialisasi, bertatakrama yang baik, bertanggung jawab dan disiplin dalam menjalankan tata tertib yang ada di sekolah. Jika tata tertib ini dilanggar maka akan ada sanksi atau hukuman yang diberikan.

Pelanggaran tarhadap tata tertib memang banyak dijumpai di sekolah sekolah yang umumnya dilakukan oleh para peserta didik. Pelanggaran adalah tindakan menyalahi aturan tata tertib yang dilakukan oleh seseorang dengan sengaja. Sedangkan menurut Tarmidzi (2008) pelanggaran adalah “tidak terlaksananya peraturan atau tata tertib secara konsisten akan menjadi salah satu penyebab utama terjadinya berbagai bentuk kenakalan yang dilakukan siswa, baik didalam maupun diluar sekolah”. Dari pernyataan tarmidzi dapat diketahui bahwa terdapat berbagai macam bentuk pelanggaran di sekolah, misalnya bolos sekolah, berkelahi, terlambat datang ke sekolah, tidak menggunakan seragam yang sesuai, acuh tak acuh, catatan tidak lengkap dan lain sebagainya.

Dari pernyatan di atas, dapat disimpulkan bahwa, datang terlambat merupakan salah satu bentuk pelanggaran yang paling umum yang sering kita temukan disetiap sekolah yang ada. Datang terlambat ke sekolah memang bukan termasuk pelanggaran yang berat seperti mencuri atau membunuh, tetapi jika dilakukan berkali-kali akan berdampak negative dan akan mengganggu proses kegiatan belajar di sekolah karna mengganggu perkembangan dan prestasi belajar siswa. Karena siswa yang datang terlambat ke sekolah akan ketinggalan pelajaran yang disampaikan pada saat jam pertama.

Perilaku datang terlambat ke sekolah merupakan sikap yang kurang baik yang sering kita jumpai disemua instansi pendidikan, datang terlambat biasanya dilakukan oleh siswa. Siswa dikatakan terlambat jika ia datang lebih dari waktu yang ditentukan sekolah, misalnya peraturan sekolah menetapkan jam masuk sekolah adalah pukul 06.45 namun siswa datang pukul 07.00 maka ia dikatakan terlambat. Karena siswa tersebut datang melebihi jam yang ditentukan sekolah. 

Segala penyebab siswa sering terlambat datang ke sekolah yang dipicu dengan jarak rumah ke sekolah, transportasi, dan lain sebagainya. Bukan menjadi alasan lagi bagi siswa untuk datang terlambat ke sekolah. Adapun cara mendisiplinkan siswa yang sering datang terlambat adalah dengan memperhatikan komponen berikut ini:

1. Perhatian orang tua pada siswa
Orang tua juga perlu memperhatikan kondisi jarak sekolah dengan rumah mereka, apakah cukup jauh atau dekat. Jika jauh, maka orang tua bisa mengantar anaknya, atau juga bisa menyediakan sepeda untuk anaknya pergi dan pulang sekolah. Disisi lain, orang tua siswa perlu mendorong anak untuk bersemangat untuk datang ke sekolah. Orang tua juga harus memberikan motivasi kepada anaknya, agar anak cepat bangun dan berangkat ke skolah.

2. Penegakan disiplin sekolah
Guru piket hendaknya lebih tegas untuk menegakan peraturan tentang siswa terlambat. Mulai dari mendata siswa terlambat, memproses dan mengambil tindakan selanjutnya. Hal ini perlu ketegasan dan keberanian untuk memberikan sanksi kepada siswa yang sering terlambat. 

3. Menumbuhkan kesadaran pada diri siswa
Sebelum menjatuhkan hukuman kepada siswa yang melanggar peraturan tata tertib, sebaiknya siswa yang melanggar tersebut diberikan kesadaran dan pengarahan yang bisa membuatnya sadar akan pentingnya mematuhi tata tertib yang berlaku disekolah. Menumbuhkan kesadaran diri pada siswa lebih efektif daripada memberikan hukuman yang belum tentu mereka dibuat jerah karenanya, yang kemungkinan besar mereka akan mengulanginya kembali.

4. Sanksi untuk siswa yang terlambat
Siswa yang terus saja melanggar tata tertib dan sudah tidak bisa diingatkan dan ditegur maka mereka harus diberikan sanksi yang sepadan dengan kesalahan yang mereka buat, agar meraka takut untuk mengulanginya lagi. Saksi bisa berupa pengurangan nilai, denda, membersihkan lingkungan sekolah, dan berbagai sanksi lainnya yang baik untuk menyadarkan kedisiplinan siswa. Dan tentunya siswa yang datang terlambat namanya harus masuk dalam daftar siswa yang melanggar tata tertib agar bisa dikenai sanksi oleh penegak disiplin.

5. Apresiasi dan penghargaan untuk siswa yang selalu mematuhi tata tertib sekolah
Siswa yang namanya tidak masuk dalam buku daftar siswa yang terlambat boleh diberikan apresiasi atau penghargaan agar siswa yang sering terlambat tergerak hatinya karena ingin memperoleh penghargaan tersebut, penghargaan bisa diberikan berupa hadiah atau nilai tambahan. dan cara ini dapat meminimalisir angka keterlambatan siswa setiap harinya.

6. Memberikan bimbingan dan layanan konseling
Di setiap sekolah biasanya ada yang namanya guru BK (Bimbingan Konseling) yang memberikan bimbingan dan konseling untuk semua murid yang nakal atau kurang baik, bermasalah serta sering melakukan pelanggaran. Siswa yang tidak mematuhi tata tertib harus diserahkan kepada guru BK untuk bisa mendapatkan pengarahan agar bisa menjadi siswa yang baik dan taat kepada peraturan tata tertib sekolah. Cara mengatasi siswa yang sering terlambat datang ke sekolah ialah dengan menyerahkan siswa tersebut kepda guru BK agar siswa tersebut kesadaran akan pelanggaran yang dilakukannya tidak terulang di kemudian hari. Dengan pendekatan yang tepat, siswa akan lebih leluasa dalam berbicara dan mengungkapkan apa yang mereka rasakan.

Disadari memang, apa pun solusi yang dilakukan oleh semua pihak di atas bukan berarti dapat menyelesaikan masalah keterlambatan siswa dengan sempurna. Namun paling tidak dapat meminimalisir potensi keterlambatan siswa setiap harinya. 

Berlangganan via Email