Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Mengatasi Masalah Belajar Matematika di Tingkat SD/MI?

Pemerintah harus memfokuskan pendidikan Indonesia ke arah perbaikan mutu lulusan SD/MI,jika ingin Indonesia benar-benar menjadi bangsa dengan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar ke-5 di 2030 dan Keempat 2050 serta menjadi bangsa dengan jutaan sarjana yang sujana. Keharusan pemerintah indonesia untuk lebih fokus bukanlah tanpa alasan.pasalnnya,pada masa itulah,murid SD/MI saat ini adalah pewaris langsung negri ini.Studi Indonesia National assement Program (INAP)-SD yang diluncurkan pada 2018 adalah sebuah survei komperhensif pusat penilaian pendidikan balitbang Kemdikbud dengan sasaran uji murid SD/MI kelas 4 dan hasilnya sangat menyedihkan.

Mengatasi cara belajar anak usia dasar



Survei mencatat,77.13% lebih murid masih kurang dalam penguasaan matematika,Sementara 73.61% kurang dalam penguasaan sains,dan46.83% lainnya kurang dalam penguasaan membaca.  Sedangkan kita tahu bahwa matematika merupakan satu mata pelajaran dasar yang harus bisa kita kuasai mengingat matematika kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Berhitung adalah suatu kegiatan yang mungkin banyak tidak disukai oleh banyak siswa,karena mereka merasa kesulitan dan tidak mampu memahami betul cara menghitung yang benar.Berbicara tentang menghitung,kita pasti tertuju pada satu mata pelajaran yang amat sulit bagi siswa yaitu Matematika.Bisa dibilang Matematika adalah mata pelajaran yang siswa harap tidak pernah ada dalam mata pelajaran di sekolah,karena begitu banyak rumus yang rumit ada di dalamnya. Matematika itu bukanlah pengetahuan sendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri,namun adanya matematika itu adalah untuk memudahkan manusia dalam mengatasi permasalahannya.Matematika berkembang karena adanya proses berpikir,oleh karena itu logika adalah dasar terbentuknya matematika.

Mengatasi masalah belajar anak

Sebenarnya matematika adalah satu pelajaran yang bisa dibilang mudah dan bahkan bisa dibilang hanya seperti permainan.banyak cerita dalam kehidupan sehari-hari yang ada dalam pelajaran matematika namun terkadang siswa tidak menyadarinya.Disinilah peran sorang guru dimainkan. Guru harus mempunyai strategi pembelajaran yang tepat agar siswa dapat memahami matematika secara mudah,tanpa merasa kesulitan.Pengenalan matematika kepada anak perlu dilakukan supaya dapat menumbuhkan rasa senang dalam dirinya,seperti cara cara berikut ;

Matematika itu Mudah
Sebelum siswa menyukai matematika jangan menakut-nakuti bahwa matematika itu sulit.terutma orangtua yang meminta anaknya belajar matematika karena matematika itu sulit.sebenarnya menyuruh anak belajar adalah satu hal yang baik,namun jangan meminta anak untuk belajar apapun karena alasannya sulit.jika sebelum anak itu belajar sudah mengatakan sulit itu akan membuat anak memainset bahwa matematika memang sangat sulit sehingga harus belajar.Berilah pengertian bahwa anak harus belajar karena agar tidak lupa dengan apa yang diajarkan oleh guru disekolah.

Jangan membebani dengan Target Belajar
Matematika memang sangat penting untuk dipelajari,tetapi hendaknya ketika memberi tahu siswa harus dengan sangat berhati-hati jangan sampai melebihi dari sekedar memberikan motivasi.jangan sampai berubah menjadi memberikan target kepada siswa.apabila sampai terjadi hal demikian maka siswa mudah putus asa jika mengahadapi sedikit kesulitan.target belajar yang sudah ditentukan jangan sampai dijelaskan kepada siswa secara langsung,cukup kita sebagai seorang pendidik yang mengetahui bagaimana pencapaian pembelajaran dari siswa tersebut.contoh kalimat yang bebani siswa misalnya ; “kamu harus kerjakan ini dengan benar supaya bisa bentuk menghitung perkalian dengan cara lain”  Jadi tidak perlu ditegaskan tentang kemampuan apa yang harus dicapai.Yang perlu hanyalah mengajari,dengan kata misalnya; “coba ditebak ini jawabannya berapa,dengan menggunakan rumus ini”. 

Ajari Anak Sesuai Perkembangan Otaknya
Tahap perkembangan otak atau kemampuan berpikir bertahap-tahap.tingkat perkembangan tersebut adalah ; pertama,periode intelegensi motor sensorik,sejak lahir kira-kira umur dua tahun. Kedua,periode berpikir praoprasional,kira-kira usia dua sampai delapan tahun. Ketiga,periode berpikir oprasional konkret dari usia delapan tahun hingga dewasa(belasan).Keempat, periode berpikir oprasional formal,sejak usia belasan tahun hingga tua.

Tingkat perkembanagan anak berbeda-beda.sesuai dengan usianya,anak mempunyai tuntutan dan kebutuhan yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan kematangan mental dan sosialnya.bagi seorang anak kebutuhan belajar didasari karena faktor keingintahuannya.secara kognitif anak mampu berasimilasi sehingga orangtua mampu memberikan pengajaran matematika yang dikaitkan dengan pengetahuan anak sebelumnya.alhasil anak akan mudah mencernanya.misalnya ketika kita akan mengajarkan tentang penjumlahan “2 mobil ditambah dengan 2 mobil berapa ?”,jika anak tidak pernah melihat mobil sebelumnya maka perlu adanya objek contoh mobil sehingga anak mudah mencerna apa yang diajarkan.

Suasana Belajar yang Menyenangkan
Suasana ruangan,lingkungan,serta keakraban adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan,sehingga anak mampu belajar secara nyaman dan tidak merasa ada unsur paksaan saat belajar. Maka dari itu menjadi seorang pendidik kita harus menjalin kedekatan terlebih dahulu kepada siswa.jika siswa mengalami kesulitan akan suatu rumus hendaklah memasang poster di dinding atau di tempat yang mampu dijangkau siswa dan poster yang ditempelkan harus menarik,sehingga siswa tidak bosan untuk melihatnya. 

Menurut pieget,perkembanagn kognitif anak usia SD/MI sekitar usia 7-11 tahun berada pada tahap operasional konkrit.pada fase ini anak-anak telah dapat memahami ‘oprasi’.penalaran logika menggantikan penalaran intuitif namun anak belum bisa memecahkan problem-problem abstrak.sehingga anak memerlukan objek nyata untuk memahami konsep-konsep matematika.Siswa usia SD/MI lebih cenderung menyukai hal hal yang ceria,misalkan bermain,bernyanyi,belajar berkelompok dan lebih senang melakukan sesuatu secra langsung.disini guru harusnya guru dapat merancang metode yang sesuai dengan karakteristik siswa.tentu saja dengan melakukan pengamatan di kelas dan juga pendekatan.

Pendekatan Edutainment dalam pembelajaran Matematika
Kata edutainment terdiri atas dua kata yaitu education dan entertainment.education artinya pendidikan,dan entertainment artinya hiburan.dari segi bahsa edutainment memiliki arti pendidikan yang menyenangkan.sedangkan dari segi terminologi edutainment as a form of entertainment thaht is designed to be educational.jadi dapat didefinisikan bahwa edutainment adalah sebagai proses pembelajaran yang didesain dengan memadukan anatara muatan pendidikan dan hiburan secara harmonis,sehingga aktivitas pembelajaran berlangsung secara menyenangkan.konsep dasar edutainment adalah menciptakan suasana kelas yang kondusif dan menyenangkan.Berikut adalah contohnya;

Mengurutkan banyak benda
Mengurutkan banyak benda merupakan pengurutan dari banyak bilangan.karena konsep dasar dari pendekatan ini adalah pengajaran dan hiburan,maka guru harus membuat media untuk menjelaskan tentang materinya seperti guru menanyakan tentang banyaknya kue pada dua toples yang berbeda dengan cara setiap toples memiliki warna yang berbeda.  Dalam satu toples diletakkan jumlah kue yang berbeda,maka dari situ siswa akan faham lebih banyak mana benda yang satu dengan yang lain.

Aktivitas Menempel dan Mengambar
Jadi dalam pembelajaran kali ini guru dapat mengajak siswanya untuk menggambar,seperti lingkaran yang didalmnya terdapat tulisan angka 1,2,3 dan seterusnya,kemudian di gunting dan di tempel secara urut. 


By: Agista Ifain

Berlangganan via Email