Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BAGAIMANA PELATIHAN BERBAHASA BAGI ANAK USIA DINI?




Bahasa merupakan alat komunikasi yang di gunakan dalam interaksi sehari hari. Bahasa yang paling sering di gunakan yaitu bahasa lisan .bahasa di gunakan untuk menyampaikan maksud pada seorang dengan tatanan kata yang mudah di pahami dan mudah di mengerti. Maka dari itu untuk dapat menyampaikan maksud dengan jelas penggunaan bahasa yang benar sangat penting. Dari manakah kemampuan bahasa pada manusia di mulai? yakni dariperkembangan manusia yang tidak bisa di pisah kan sebagai alat komunikasi antar sesama.

Pada anak bahasa itu terus berkembang sejak anak usia dini. Anak belajar bahasa dari mendengar, melihat, menirukan orang orang di sekitar nya. Beberapa faktor lain juga berpengaruh terhadap cepat atau lambat nya perkembang bahasa pada anak. Kemampuan perkembangan bahasa anak berbeda beda. Stimulasi untuk mengembangkan bahasa pada anak usia dini pun perlu di lakukan agar perkembangan bahasa anak bisa lebih baik dan sesuai dengan tahap tumbuh kembang nya.

Bahasa adalah alat komunikasi tapi bahasa anak usia dini tidak banyak semua orang mengerti. Naaahh. Mungkin ada salah satu nya. Bagaimana kita bisa berkomunikasi dengan anak anak yang masih dalam usia dini jika kita tidak mengerti bahasa anak usia dini tersebut. Sebuah pelatihan telah di terapkan yaitu pelatihan program anak usia dini yang dalam pelatihan tersebut salah satu yang di bahas  adalah implementasi pengembangan bahasa anak usia dini berikut ini merupakan rangkuman materi pelatihan implementasi pengembangan bahasa anak usia dini dalam berkomunokasi, bahasa merupakan alat yang penting bagi setiap orang. Melalui berbahasa seseorang atau anak akan dapat mengembang kan kemampuan bergaul (social skill) dengan orang lain.

Penguasaan keterampilan bergaul dalam lingkungan sosial di mulai dengan penguasaan kemampuan berbahasa. Anak dapat mengekspresikan pikiran nya menggunakan bahasa sehingga orang lain dapat menangkap apa yang di pikirkan oleh anak tersebut. Komunikasi antar anak dapat terjalin dengan baik dengan berbahasa sehingga anak dapat membangun hubungan dan tidak heran bahwa bahasa juga di anggap sebagai salah satu indikator kesuksesan seorang anak. Anak yang di anggap banyak bicara kadang merupakan cerminan anak yang cerdas.

Implementasi pengembangan bahasa juga di bentuk dari interaksi orang lain sehingga pengetahuan nilai dan sikap anak akan berkembang dengan sendiri nya. Anak memiliki perkembangan kognisi yang terbatas pada usia usia tertentu, tetapi melalui interaksi sosial anak akan mengalami peningkatan kemampuan berfikir. Pengaruh nya dalam belajar bahasa  adalah anak akan dapat belajar dengan optimal jika di berikan kegiatan sementara, anak melakukan kegiatan perlu di dorong untuk sering berkomunikasi. Adanya anak yang lebih muda usia nya harus ada orang dewasa yang mendampingi dan mengajak bercakap cakap dari segi metode itu anak bisa tertolong menggunakan kemampuan berbahasa yang lebih tinggi dan anak memiliki potensi kecerdasan dalam berbahasa. Oleh karena itu pendidik perlu menggunakan metode yang interaktif, menantang anak untuk meningkatkan pembelajaran dan menggunakan bahasa yang berkualitas. Permainan yang dapat mendukung tercipta nya rangsangan pada anak dalam berbahasa antara lain alat peraga berupa gambar yang terdapat pada buku atau poster yang biasa di tempel di dinding, mendengarkan lagu atau nyanyian, menonton film atau mendengar kan suara kaset, membaca cerita (story reading/story telling) atau mendongeng.

Adapun beberapa kegiatan yang dapat di lakukan untuk merangsang berbahasa dapat di ciptakan oleh orang tua atau pun pendidik. Pendidik dapat berimprovisasi dan mengembangkan sendiri dengan cara menerapkan nya kepada anak usia dini sesuai dengan kondisi dan lingkungan nya. Beberapa kegiatan yang dapat di lakukan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak seperti contoh :
1) permainan ‘’ menebak suara binatang’’ di lakukan dengan cara memberikan tulisan / gambar kepada setiap anak dan tidak boleh di buka sebelum di perintahkan. Kemudian setiap anak harus bersuara seperti binatang yang ada di dalam kertas yang di peroleh nya (anak tidak boleh berbicara , hanya boleh bersuara saja) tujuan nya adalah membaca kata sederhana tentang nama binatang dan mengenali bunyi.
2) permaainan ‘’ memancing kata’’ anak memancing kartu kata. Kata yang di dapat anak kemudian di tulis dalam selembar kertas. Tujuan nya adalah untuk mengenalkan anak pada huruf  huruf, melatih anak untuk menulis kata sesuai dengan pemikiran mereka.
3) permainan ‘’ menulis dengan badan’’ anak di minta membayangkan bahwa tubuh nya sebagai pensil, sehingga anak dapat menulis huruf menggunakan badan nya. Anak bergerak sesuai bentuk huruf . anak yang lain di minta untuk menebak . kegiatan ini dapat di kembangkan dengan kata dalam beberapa huruf, misal nya ; madu, kupu, tujuan nya : melatih menulis dan membaca huruf. Contoh aktivitas permainan di atas dapat mengembangkan kemampuan berbahasa anak, pendidik juga perlu menyesuaikan kegiatan dengan perkembangan kemampuan anak dan di laksanakan dalam suasana yang bahagia dan menyenangkan.

Pertanyaan yang sering muncul ‘’ saya ingin anak saya dapat membaca dan menulis secepat mungkin, bagaimana caranya?’’. Dasar dasar permulaan membaca dan menulis di mulai sejak lahir dan berkembang terus menerus sepanjang hidup. Di usia yang sangat dini anak anak mulai belajar bahasa lisan saat mendengar anggota keluarga nya berbicara, tertawa, bernyanyi.demikian pula ia mulai memahami bahasa tulisan ketika mendengar orang dewasa membacakan cerita untuk nya serta melihat anggota keluarga nya membaca majalah, surat kabar, dan buku buku. Kegiatan ini di hadirkan dalam suasana yang penuh cinta sehingga kegiatan membaca dan menulis menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Sangatlah penting untuk di pahami bahwa tujuan utama mengembangkan kemampuan membaca dan menulis kepada anak anak adalah mengenalkan mereka pada kesenangan membaca dan menulis. kecintaan membaca dimulai saat orang tua memeluk anak dan membacakan cerita dengan penuh ekspresi. Dimana buku dan cerita cerita itu memperkuat ikatan emosional, membantu anak dalam mempelajari kata konsep baru. Semangat untuk menulis di tumbuhkan dengan memberikan kesempatan menggambar dan mencoret coret. Gambar dan coretan anak adalah tulisan pertama nya, lambat atau cepat seiring dengan perkembangan-nya anak akan menulis huruf-huruf. Melalui bantuan dan dorongan dari orang orang yang ada di sekitar nya.

By: FIRTA WIDDATUN NISA

Berlangganan via Email