Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana PERAN PENTING ORANG TUA DALAM PERKEMBANGAN BAHASA ANAK?


PERAN PENTING ORANG TUA DALAM PERKEMBANGAN BAHASA ANAK?


Perkembangan bahasa pada anak tidak luput dari perkembangan bahasa pada lingkungan sekitar anak itu sendiri, karena lingkungan adalah tempat dimana terjadi interaksi sosial dan pergaulan. Hampir setiap hari anak bermain, bersenda gurau dengan masyarakat menggunakan bahasa, baik bahasa Indonesia maupun bahasa daerah. Anak dapat berkembang dengan baik atau tidak, juga dapat terlihat dari bagaimana anak tersebut berintetaksi atau bersosialisasi dengan teman sebaya ataupun orang dewasa. Anak dapat mempelajari kata-kata baru setiap harinya, dapat memiliki kemampuan untuk menggabungkan kata menjadi kalimat, meskipun pengucapannya belum jelas dan sulit dipahami, namun respon positif orang tua dengan menjawab pekataan anak atau dengan respon tersenyum dapat membantu perkembangan kemampuan berbahasa pada anak, sehingga anak mulai terlibat dalam suatu obrolan.

Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh lingkungan sebenarnya, karena bahasa pada dasarnya adalah hasil belajar dari lingkungan. Anak bayi belajar berbahasa, seperti hal nya belajar hal lain, meniru, merekam, dan mengulang kata yang diucapkan oleh orang lain. Hal ini adalah cara awal belajar bahasa pada bayi. Belajar bahasa yang sebenarnya baru dilakukan saat anak mulai bersekolah. Tetapi pada anak perkembangan bahasa harus distimulus sejak dini, sehingga saat dewasa lebih banyak kosa kata atau bahasa yang dapat dipahami oleh anak. Pengaruh pergaulan berperan penting dalam memperluas atau memperkaya bahasa yang dimiliki anak. Pengaruh pergaulan di dalam masyarakat terkadang sangat menonjol, sehingga bahasa anak menjadi lebih diwarnai pola bahasa pergaulan yang berkembang di dalam kelompok teman sebaya.

Pengaruh lingkungan yang berbeda antara keluarga, masyarakat, dan sekolah dalam perkembangan bahasa akan menyebabkan perbedaan antara anak yang satu dengan yang lain. Hal ini ditunjukkan dengan pemilihan dan penggunaan kosa kata sesuai dengan tingkat sosial keluarganya. Keluarga dari masyarakat lapisan berpendidikan rendah atau buta huruf akan banyak menggunakan bahasa pasar, bahasa sembarangan, dengan istilah-istilah yang kasar. Masyarakat yang terdidik yang pada umumnya memiliki status sosial yang baik, akan menggunakan istilah-istilah yang lebih efektif, dan pada umunya anak-anak remajanya juga berbahasa secara lebih baik. Bebahasa terkait erat dengan kondisi pergaulan.

Dalam berkomunikasi, bahasa merupakan alat yang sangat penting karena tanpa bahasa seseorang tidak akan dapat berkomunikasi dengan orang lain. Jika komunikasi antar anak terjalin baik maka tidak dipungkiri itu karena bahasa. Anak dapat mengekpresikan pikirannya melalui bahasa sehingga orang lain dapat menangkap apa yang dipikirkan oleh anak. Anak yang banyak bicara kadang menjadi cerminan anak yang cerdas. Pengembangan bahasa untuk anak usia dini bertujuan agar anak dapat berkomunikasi secara lisan dengan lingkungan sekitarnya . Adapun keterampilan berbahasa adalah menyimak, berbicara membaca dan menulis . Sehingga orang dewasa dapat memberikan stimulasi  kemampuan untuk menyimak,berbicara, membaca dan menulis agar perkembangan bahasa anak tumbuh optimal sesuai dengan usianya.

Dampak pola asuh dan lingkungan menjadi penyebab utama perkembangan bahasa anak tidak sesuai dengan perkembangan bahasa di usianya. Hal ini dikarenakan lingkungan tempat tinggal yang  tidak memdukung perkembangan bahasa anak misalnya rumah yg berpagar tinggi  ataupun  model perumahan cluster  di daerah elite cenderung tidak aktif bersosialisasi anak lebih banyak terkurung dirumah karena jarang keluar dan bergaul dengan tetangga, tidak ada teman untuk bermain. Pola asuh anak  dengan orang tua bekerja sehingga seharian anak tinggal  bersama dengan pembantu. Jarang diajak berkomunikasi ataupun orang tuanya  yang pendiam dan malas mengajak berbicara anak. Hal ini membuktikan bahwa tidak dipungkiri lingkungan sangat berperan penting dalam perkembangan bahasa pada anak. Bahasa yang baik digunakan adalah bahasa Indonesia, tetapi bagaimana jika anak terlahir pada lingkungan yang kental akan bahasa daerah, contonya seperti di kota surabaya yang mayoritas masyarakat menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa sehari-hari.

Manakah yang lebih penting apakah bahasa Indonesia atau bahasa Daerah? Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi bangsa Indonesia yang harus digunakan, dan bahasa Daerah adalah suatu budaya dan tradisi yang harus dilestarikan. Bahasa Indonesia dan bahasa Daerah sama pentingnya, tetapi dalam mengajarkan kepada anak, orang tua harus lebih memperhatikan perkembangan bahasa anak tersebut. Karena dalam lingkungan yang lebih menonjolkan bahasa daerah, anak akan kesulitan untuk mempelajari atau mempraktikkan bahasa Indonesia yang baik dan benar, akibatnya anak akan sulit melakukan percakapan dengan berbahasa Indonesia. Disini orang tua dan orang dewasa disekitar anak sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan bahasa.

Karena anak sangat cepat menangkap perkataan maupun bahasa tersebut. Orang tualah yang harus pintar mencari sekolah pendidikan untuk anaknya, dan orang tua pun harus bisa mengkondisikan penggunaan bahasa saat anak dirumah dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Perbedaan anak yang tinggal di kota Surabaya dan Samarinda adalah bahasa yang digunakan, yaitu jika pada kota Surabaya yang kental akan bahasa daerahnya, berbeda halnya dengan kota Samarinda yang masyarakatnya lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia, bahasa daerah hanya disisipi sedikit saja. Ini berpengaruh pada saat kegiatan belajar, seperti saat mempresentasikan materi didepan kelas, berkomunikasi antar teman, dan lain sebagainya.

Pendidikan pertama pada anak adalah orang tua, oleh karena itu dalam mendidik anak orang tua tidak bisa sepenuhnya menyerahkan tugas mendidik kepada para guru. Tetapi orang tua juga harus mengerti dan memahami perkembangan anak tersebut dan cara mendidik anak dengan karakter yang berbeda pada tiap anaknya. Dengan mengikuti suatu kegiatan seminar pendidikan, saat ini sudah banyak sekali seminar parenting untuk orang tua yang mengajak orang tua untuk serius dalam belajar ilmu pengasuhan agar dapat memdidik anak dengan baik. Tidak hanya anak saja yang dituntut untuk belajar, tetapi orang tua yang harusnya lebih dulu belajar dalam mendidik anak. Sekarang ini sudah banyak lembaga yang menyelenggarakan seminar parenting education, sehingga tidak ada lagi alasan tentang sulitnya mencari informasi tentang mendidik anak. Orang tua harus memiliki bekal mengenai  berbagai macam informasi tentang pendidikan anak. Orang tua harus  memberikan tauladan yang baik bagi anak-anaknya, karena anak usia dini  adalah peniru yang ulung. Anak akan belajar melalui tahapan imitasi  yaitu meniru. Apa yang dilihat dan didengar anak akan ditiru oleh anak.  Jadi orang tua harus lebih berhati-hati dalam perilaku maupun perkataan.

Oleh karena itu, Parenting education adalah metode yang tepat bagi  orang tua dalam pembentukan karakter anak. Parenting disini bukan hanya  sekedar mengasuh anak, namun orang tua harus mendidik, membimbing dan  melindungi setiap perkembangan anak. Parenting education sendiri  memiliki pengertian yaitu program pendidikan pengasuhan yang dilakukan  oleh lembaga untuk meningkatkan kualitas kepengasuhan dan tercapainya  visi-misi. Manfaat yang diperoleh dari parenting education yaitu  menambah wawasan dan pengetahuan orang tua dalam hal pengasuhan anak  sesuai dengan usia, karakter dan perkembangannya.

By: Aulia Hafidzah

Berlangganan via Email