Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Meningkatkan Minat Berbahasa Indonesia di Kalangan Pemuda Masa Kini


Meningkatkan Minat Berbahasa Indonesia di Kalangan Pemuda Masa Kini

Pemuda adalah cerminan bangsa. Dalam artian Maju dan berkembangnya suatu negara ada di tangan pemuda. Pemuda masa kini akan menjadi pemimpin masa depan. Lantas bagaimanakah apabila para calon pemimpin bangsa tidak bisa berbahasa indonesia dengan baik dan benar ?
1. Bahasa indonesia adalah bahasa persatuan, dengan bahasa indonesia kita dapat mempersatukan berbagai macam suku yang ada di indonesia. Indonesia memiliki beragam budaya dan bahasa. Karena itu kita sebagai warga negara indonesia harus bisa berbahasa indonesia.
2. Bahasa indonesia adalah pelajaran wajib yang harus dipelajari oleh para pelajar di sekolah. Bahasa indonesia adalah identitas kita sebagai warga negara indonesia. Karena itu kita sebagai warga negara indonesia seharusnya menjunjung tinggi bahasa indonesia.

Sekarang ini kebanyakan pemuda lebih suka belajar bahasa asing dari pada bahasa indonesia. Boleh saja kita sebagai pemuda indonesia belajar bahasa asing tapi jangan melupakan bahasa indonesia. Sekali indonesia tetap indonesia, jangan lupakan bahasa indonesia, Bahasa tanah air tercinta. Selain lebih suka belajar bahasa asing, pemuda indonesia juga lebih suka menggunakan bahasa gaul dalam percakapan sehari-hari. Karena terbiasa di gunakan sehari-hari maka akan sulit jika kita ingin mengubahnya. Kata pepatah "kebiasaan lam sulit di ubah". Karena itu seharusnya bahasa indonesia ini seharusnya dibiasakan sejak kecil. Dan fakta yang lebih mencengangkan lagi adalah masih banyaknya anak-anak yang baru masuk sekolah ternyata belum bisa berbahasa indonesia.

Karena itu peran orang tua juga sangat penting disini, orang tua seharusnya bisa mengajarkan kepada putra putrinya untuk berbahsa indonesia. Jika sudah terbiasa berbahasa indonesia dari kecil maka akan terbiasa sampai dewasa. Banyak pemuda yang belajar bahasa bahasa asing untuk melanjutkan pendidikan ke negeri orang. Tapi jika kalian tahu, banyak negara-negara asing yang mempelajari bahasa indonesia. Salah satunya adalah australia bahkan ada sekolah dasar yang menerapkan pelajaran bahasa indonesia. Tapi nyatanya bahasa indonesia sendiri telah tergeserkan dari dalam jiwa para pemuda indonesia. Lantas bagaimakah cara kita mengatasi permasalahan tersebut? 

Strategi yang Dapat Mengatasi Permasalahan Tersebut, diantaranya Sebagai Berikut: 
1. Kepedulian pemerintah terhadap perkembangan bahasa Indonesia 
Kadang-kadang bahasa yang disuluhkan oleh pembicara dari pusat bahasa tidak dipedulikan oleh pemerintah negeri kita. Oleh karena itu, terdapat kontroversi anatara norma bahasa yang dikumandangkan oleh pusat bahasa dengan kenyataan di lapangan. Kiranya sifat eksklusivisme dalam penggunaan bahasa Indonesia sebaiknya dipertimbangkan kembali. Kepedulian pemerintah bukan saja kemudahan mendapatkan fasilitas, melainkan juga kepedulian dalam penggunaan bahasa Indonesia yang benar. Jika kepedulian pemerintah baik di pusat maupun di daerah dapat ditingkatkan, pembinaan dan pelestarian bahasa Indonesia dapat kita wujudkan. Salah satu yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah perlunya merancang undang-undang tentang pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar serta melakukan pengindonesiaan nama atau kata asing.

2. Kesadaran diri untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar 
Pepatah lama mengatakan, “bahasa menunjukan bangsa”, maka untuk mengetahui dan mewujudkan identitas bangsa, kita harus menjunjung tinggi bahasa nasional. Untuk mengatsi pergeseran bahasa Indonesia yang sudah parah diperlukan usaha bersama oleh semua pihak agar menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa Indonesia. Sebagai generasi muda kita harus menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia. Banyak bangsa lain yang merasa iri dan terkagum-kagum terhadap bangsa kita karena memiliki bahasa persatuan yaitu Indonesia. Ini merupakan salah satu jati diri asli bangsa Indonesia. Maka dari itu, kita harus menumbuhkan kesadaran yang tinggi untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kesadaran tersebut harus kita tanam mulai dari diri kita. Akhirnya marilah mulai tumbuhkan kembali kesadaran dalam diri masing-masing untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baku tanpa mencampuradukan dengan bahasa asing.

3. Menjadikan Lembaga Pendidikan Sebagai Basis Pembinaan Bahasa
Bahasa baku sebagai simbol masyarakat akademis dapat dijadikan sarana pembinaan bahasa yang dilakukan oleh para pendidik. Para pakar kebahasaan, misalnya Keraf, Badudu, Kridalaksana, Sugono, Sabariyanto, Finoza, serta Arifin dan Amran memberikan batasan bahwa bahasa Indonesia baku merupakan ragam bahasa yang digunakan dalam dunia pendidikan berupa buku pelajaran, buku-buku ilmiah, dalam pertemuan resmi, administrasi negara, perundang-undangan, dan wacana teknis yang harus digunakan sesuai dengan kaidah bahasa yang meliputi kaidah fonologis, morfologis, sintaktis, kewacanaan, dan semantis.

4. Perlunya Pemahaman Terhadap Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar
a. Bahasa Indonesia yang baik 
Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. Misalnya, dalam situasi santai dan akrab, seperti di warung kopi, pasar, di tempat arisan, dan di lapangan sepak bola hendaklah digunakan bahasa Indonesia yang tidak terlalu terikat pada patokan. Dalam situasi formal seperti kuliah, seminar, dan pidato kenegaraan hendaklah digunakan bahasa Indonesia yang resmi dan formal yang selalu memperhatikan norma bahasa.

b. Bahasa Indonesia yang benar
Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan aturan atau kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Kaidah bahasa itu meliputi kaidah ejaan, kaidah pembentukan kata, kaidah penyusunan kalimat, kaidah penyusunan paragraf, dan kaidah penataan penalaran. Jika kaidah ejaan digunakan dengan cermat, kaidah pembentukan kata ditaati secara konsisten, pemakaian bahasa dikatakan benar. Sebaliknya jika kaidah-kaidah bahasa kurang ditaati, pemakaian bahasa tersebut dianggap tidak benar atau tidak baku.


5. Diperlukan Adanya Undang-Undang Kebahasaan
Dengan adanya undang-undang penggunaan bahasa diarapkan masyarakat Indonesia mampu menaati kaidahnya agar tidak mencintai bahasa gaul di negeri sendiri. Sebagai contoh nyata, banyak orang asing yang belajar bahasa Indonesia merasa bingung saat mereka berbicara langsung dengan orang Indonesia asli, karena Bahasa yang mereka pakai adalah formal, sedangkan kebanyakan orang Indonesia berbicara dengan bahasa informal dan gaul.
6. Menjunjung Tinggi Bahasa Indonesia di Negeri Sendiri
Sebenarnya apabila kita mendalami bahasa menurut fungsinya yaitu sebagai bahasa nasional dan bahasa negara, maka bahasa Indonesia merupakan bahasa pertama dan utama di negara Republik Indonesia. Bahasa daerah yang berada dalam wilayah republik bertugas sebagai penunjang bahasa nasional, sumber bahan pengembangan bahasa nasional, dan bahasa pengantar pembantu pada tingkat permulaan di sekolah dasar di daerah tertentu untuk memperlancar pengajaran bahasa Indonesia dan mata pelajaran lain. Jadi, bahasa-bahasa daerah ini secara sosial politik merupakan bahasa kedua.

Dapat kita simpulkan masih banyaknya para pemuda yang belum bisa berbahasa indonesia dengan baik dan benar. Gejala bahasa yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia dianggap sebagai penyimpangan terhadap bahasa. Kurangnya kesadaran untuk mencintai bahasa di negeri sendiri berdampak pada tergilasnya atau lunturnya bahasa Indonesia dalam pemakaiannya di masyarakat terutama dikalangan pemuda. Apalagi dengan maraknya dunia kalangan artis menggunakan bahasa gaul di media massa dan elektronik, membuat remaja semakin sering menirukannya di kehidupan sehari-hari hal ini sudah menjadi wajar karena remaja suka meniru hal-hal yang baru. 

Jadi, cintailah bahasa indonesia. Karena bahasa indonesia adalah bahasa persatuan. Tanpa bahasa indonesia bagaimana jadinya indonesia kelak?. Tetap pelajari bahasa asing tapi jangan lupakan bahasa indonesia. 

Daftar Pustaka
http://anugrahsetyourgoals.blogspot.com/2013/10/solusi-agar-bahasa-indonesia-yang-baik.html?m=1
https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/arif_3sbty/upaya-mengatasi-pergeseran-bahasa-indonesia-sebagai-identitas-bangsa_55003e198133119a17fa74aa

by: Safina Husnan

Berlangganan via Email