Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MENURUNNYA KECINTAAN MINAT BACA

Membaca adalah hal yang sangat penting dalam memajukan setiap pribadi manusia maupun suatu bangsa. Dengan membaca, kita dapat memperluas wawasan dan mengetahui dunia. Namun sebuah persoalan membaca yang selalu mengemuka, terutama di kalangan pelajar adalah bagaimana cara menimbulkan minat dan kebiasaan membaca. Banyak Negara berkembang memiliki persoalan yang sama, yaitu kurangnya minat membaca di kalangan masyarakat.

MENURUNNYA KECINTAAN MINAT BACA


Banyak orang mengatakan bahwa membaca adalah jendela dunia. Mengapa demikian? Karena dengan membaca buku dapat membuka wawasan yang sangat membantu menghargai hasil karya orang lain. Namun sangat disayangkan, karena pada zaman sekarang ini jarang kita temukan generasi muda yang gemar membaca. Kebanyakan dari mereka disibukkan dengan bersewa foto, lebih memilih bermain game, tak jarang juga jika terlihat tertawa sendiri layaknya “orang gila”, dan jalan bersama pacar keluar rumah. Dari sekian pesatnya perubahan konvensional bermigrasi ke sistem online, masih ada juga sebagian dari anak muda yang menanamkan sikap gemar membaca buku.

Minat membaca masyarakat di Indonesia tergolong sangat rendah. UNESCO pada 2012 melaporkan bahwa indeks baca  baru mencapai angka 0,001 artinya dalam 1.000 orang di Indonesia hanya ada satu orang yang memiliki minat baca. Keinginan untuk meningkatkan minat membaca di kalangan peserta didik di sekolah ternyata tidak mudah mewujudkannya, karena dengan rendahnya minat membaca suatu bangsa akan tercermin dari rendahnya minat membaca masyarakatnya. Dan rendahnya minat membaca masyarakat dapat diukur dan dilihat dari seberapa besar minat membaca para peserta didik di sekolah. Tinggi rendahnya minat membaca siswa secara langsung akan menentukan minat membaca masyarakat sebagai stake holder sekolah itu sendiri. Inilah fakta bahwa budaya membaca itu memang belum juga ada.

Faktor yang menjadi penyebab minat baca sangat rendah adalah dengan berkembangnya teknologi Informasi. Teknologi Informasi disini sangat bermacam-macam contohnya seperti: 
  1. Media sosial yang sekarang lagi merajalela di dunia anak, remaja, dewasa dan orang tua. Bahkan media sosial ini menyebabkan dari diri kita tidak bisa terpisahkan.
  2. Televisi yang biasa kita gunakan untuk melihat berbagai media berita, hiburan.
  3. Komputer yaitu alat yang menjadikan proses mengolah data dan mengaksesnya dengan menggunakan internet. 

Secara umum, terdapat dua faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya minat baca siswa yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam dirinya sendiri, seperti pembawaan, kebiasaan dan ekspresi diri. Sementara faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar diri siswa atau biasa disebut dengan faktor lingkungan, baik dari lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. Faktor eksternal ini mempengaruhi adanya motivasi, kemauan, dan kecenderungan untuk selalu membaca.

Untuk melihat minat baca peserta didik di sekolah kita bisa melihat kunjungan daftar perpustakaan di sekolah. Ternyata di dalam daftar kunjungan perpustakaan sekolah sangat memperhatinkan karena sedikit sekali siswa yang mengunjungi perpustakaan. Terlebih-lebih  sekolah-sekolah yang berada di daerah-daerah. Perpustakan masih belum menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa sehinga pengunjung perpustakaan sangatlah rendah. Dan yang menyebabkan siswa tidak ingin mengunjungi perpustakaan berasal dari pihak pengelola pendidikan dan pengelola perpustakaan sekolah yang tidak peduli dengan perpustakaan sekolah sehingga menyebabkan perpustakaan itu lebih mirip seperti gudang buku, buku tertumpuk tidak beraturan, berserakan, banyak buku yang berdebu dan buku yang ada di perpustakaan hanya berupa buku pelajaran dan tidak ada koleksi baru. Sehingga menyebabkan minat baca siswa tidak terbangun dengan baik dan menyebabkan mereka enggan untuk mengunjungi perpustakaan yang ada di lingkungan sekolah.

Seperti yang dibahas sebelumnya bahwa minat baca siswa disekolah masih sangat rendah, dan untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca dalam kehidupan siswa bukanlah pekerjaan yang mudah. Dengan demikian, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat baca siswa, antara lain :
  1. Dengan memberikan rewards. Pihak sekolah atau pengelola perpustakaan dapat memberikan hadiah bagi siswa yang rajin ke perpustakaan sekolah dan sering meminjam buku.
  2. Memberikan tugas yang berhubungan dengan perpustakaan sehingga siswa akan lebih sering berkunjung ke perpustakan.
  3. Siswa membutuhkan teladan dalam membaca ini bisa kita contoh dari seorang guru karena suka mendatangi perpustakaan dan membaca buku.

Dengan membangun ruangan yang reperesentatif yatu ruangan yang nyaman, bersih, dan rapi. Sehingga menyebabkan siswa menjadi nyaman untuk membaca didalam perpustakaan. Selain itu, sebuah perpustakaan seharusnya tidak mengharuskan buku yang didalam perpustakaan dibaca didalam ruangan saja, karena ada beberapa orang yang tidak begitu nyaman membaca buku didalam ruangan dan mereka lebih nyaman jika membacanya ditempat terbuka seperti dibawah pohon. Ada juga orang yang lebih konsentrasi jika mereka membaca dengan ngemil atau dengan mendengarkan lagu. Sehingga perpustakaan sebisanya bisa dibuat seideal mungkin agar siswa memiliki kegemaran dalam membaca buku yang disediakan perpustakaan sekolah.

Koleksi perpustakaan sebagai bahan pustaka. Sebuah perpustakaan tidak hanya menyediakan buku-buku saja, melainkan juga referensi yang lainnya misalnya: tabloid, majalah, koran, dan juga data-data yang lainnya yang berbentuk digital.
Dengan melakukan promosi. Banyak siswa yang tidak mengetahui koleksi buku yang dimiliki oleh perpustakaan sekolah dan dari pihak pengelola perpustakaan. Promosi yang bisa dilakukan untuk menarik minat siswa adalah dengan memasang iklan di mading sekolah. Buku-buku yang disesuaikan dengan umur siswa. Sebuah bacaan tentu akan lebih diminati jika sesuai dengan umur mereka. 
Manfaat Membaca:

  1. Memperluas ilmu pengetahuan
  2. Dengan membaca kita dapat menambah wawasan.
  3. Dapat meningkatkan prestasi.
  4. Gemar membaca dapat membantu program pemerintah dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
  5. Dengan membaca akan memperoleh pengetahuan praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Dengan membaca akan menghindari diri dari kebodohan dan meningkatkan minat generasi muda terhadap suatu bidang.
  7. Dengan membaca generasi muda dapat mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar maupun di seluruh dunia yang mungkin berhubungan ilmu pengetahuan, sehingga dapat menerapkan dengan kehidupan nyata.
  8. Dengan membaca generasi muda dapat menambah informasi bagi diri sendiri, meningkatkan pengetahuan serta menambah ide. Jadi jelas pengaruh bacaan sangat besar terhadap peningkatan cara berfikir pemustakanya.


DAFTAR PUSTAKA 
https://www.kompasiana.com/chaannis/54f98f9da3331135028b556b/rendahnya-minat-baca-siswa
http://ariyadin.blogspot.com/2015/06/artikel-ilmiah-meningkatkan-minat-baca.html
https://www.kompasiana.com/pipot/59fe5a841774da746f3b22b2/rendahnya-minat-baca-generasi-muda-di-era-milenia

by: ROHMATUL LAILIYAH

Berlangganan via Email