Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Gangguan Perkembanggan Bicara Pada Anak?

Bagaimana Gangguan Perkembanggan Bicara Pada Anak?



Kemampuan berbahasa yang baik dan benar merupakan keterampilan yang tidak hanya bersifat lisan yang harus di miliki seseorang, tertapi juga berupa berupa tulisan. Masa berkembang motorik anak janganlah di si-siakan,karena itu adalah masa yang tepat untuk anak di latih. Kemampuan berbahasa anak agar baik dan benar serta cara bertutur yang sopan perlu di bina sejak usia dini,melalui berlatih berbahasa agar anak terbiasa dan juga bertambah kosa kata yang di ketahuinya sehingga anak secara cepat mampu menerapkan nya dalam kehidupan sehari-hari. Di sini peranan oranag tua sangatlah penting, jika orang tua kurang memberikan perhatian atau penggarahan kepada anak kemungkinan akan bisa terjadi gangguan-gangguan atau Keterlambatan berbicara kepada anak bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak misalnya: penyesuaian akademis dan pribadi anak pengaruh yang paling serius adalah terhadap kemampuan membaca pada awal anak masuk sekolah.

Banyak penyebab keterlambatan bicara pada anak umumnya adalah rendahnya tingkat kecerdasan yang membuat anak tidak mungkin belajar berbicara sama baiknya seperti teman-teman sebayanya, yang kecerdasannya normal atau tinggi kurang motivasi karena anak mengetahui bahwa mereka dapat berkomunikasi secara memadai dengan bentuk prabicara dorongan orang tua atau orang dewasa, terbatasnya kesempatan praktek berbicara karena ketatnya batasan tentang seberapa banyak mereka diperbolehkan berbicara dirumah. Seharusnya sebagai orang tua lebih mendukung tantang apa yang sedang anak lakukan atau katakan, jika hal atau kata-kata yang anak ucapkan salah sebaiknya sebagai orang tua harus langsung memperbenarkan kata-kata yang di bicarakan agar anak terbiasa menggunakan kata-kata atau berbahasa dengan benar.

Perkembangan berbicara atau berbahasa yang lambat juga ada yang menyebutnya dengan kata wajar atau familiar,karna salah satu faktornya juga ada yang dari keturunan keluarga. Oleh karena itu sebaiknya harus juga dicari dalam keluarganya apakah ada yang mengalami keterlambatan bicara juga. Di samping itu gangguan berbicara juga lebih banyak pada anak laki-laki dari pada perempuan, maturasi dan perkembanggan fungsi verbal hemisfer kiri lebih baik. Sedangkan pada anak laki-laki perkembangan hemisfer kanan yang lebih baik, yaitu untuk tugas yang abstrak dan memrlukan keterampilan. Faktor IQ juga berpengaruh terhadap cepat lambatnya anak menangkan dan mengexpresikan apa yang di lihat atau di dengar.

Salah satu penyebab yang  paling umum dan paling serius adalah ketidakmampuan orang tua untuk mendorong atau memotivasi anak berbicara, bahkan pada saat anak mulai berceloteh. Apabila anak tidak diberikan rangsangan (stimulasi) didorong untuk berceloteh, hal ini akan menghambat penggunaan didalam berbahasa atau kosa kata yang baik dan benar. Kekurangan dorongan tersebut merupakan penyebab serius keterlambatan berbicara anak terlihat dari fakta bahwa apabila orang tua tidak hanya berbicara kepada anak mereka tetapi juga menggunakan kosa kata yang lebih luas dan bervariasi, adapun kemampuan anak didalam berbicara yang berkembang sangat pesat dan cepat yaitu contohnya : anak-anak dari golongan yang lebih atau menengah yang orang tuanya ingin sekali menyuruh mereka (anak) belajar berbicara lebih awal (cepat) dan lebih baik.

Sedangkan anak yang berasal dari golongan yang lebih rendah yang orang tuanya tidak mampu memberikan dorongan tersebut bagi mereka, apakah kekurangan waktu atau karena mereka tidak menyadari betapa pentingnya suatu perkembangan bicara pada anak didik tersebut.
Gangguan atau bahaya didalam perkembangan bicara pada anak yaitu :
1. Kelemahan didalam berbicara (berbahasa) kosa kata
2. Lamban mengembangkan suatu bahasa atau didalam berbicara
3. Sering kali berbicara yang tidak teratur
4. Tidak konsentrasi didalam menerima suatu kata (bahasa) dari orang tua/guru.

Hal-hal yang mampu mendorong anak agar cepat bisa berbahasa dengan baik dan benar:
1. Anak berada di dalam lingkungan yang positif dan bebas dari tekanan.
Lingkungan yang kaya bahasa akan menstimulasi perkembangan bahasa anak. Stimulasi tersebut akan optimal jika anak tidak merasa tertekan. Anak yang tertekan dapat menghambat kemampuan bicaranya. Dapat ditemukan anak gagap yang disebabkan karena tekanan dari lingkungannya.

2. Menunjukkan sikap dan minat yang tulus pada anak.
Anak usia dini emosinya masih kuat. Karena itu pendidik harus menunjukkan minat dan perhatian tinggi kepada anak. Orang dewasa perlu merespon anak dengan tulus.

3. Menyampaikan pesan verbal diikuti dengan pesan non verbal.
kap-cakap dengan anak, orang dewasa perlu menunjukkan ekspresi yang sesuai dengan ucapannya. Perlu diikuti gerakan, mimik muka, dan intonasi yang sesuai.Misalnya: orang dewasa berkata,”saya senang” maka perlu dikatakan dengan ekspresi muka senang, sehingga anak mengetahui seperti apa kata senang itu sesungguhnya.

4. Melibatkan anak dalam komunikasi.
Orang dewasa perlu melibatkan anak untuk ikut membangun komunikasi. Kita menghargai ide-idenya dan memberikan respon yang baik terhadap bahasa anak.

Faktor IQ juga berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak, Di sini peranan orang tua di butuhkan juga untuk mengetahui tingkat kecerdasaan masing-masing anak. IQ anak bisa di olah atau di asah agar lebih berkembang caranya sebagai orang tua kita harus selalu:
1. Memberi semangat kepada anak
2. Memberikan anak sikap percaya diri agar anak terbiasa dengan kehidupan sosial terbuka yang mampu mengasah potensinya
3. Mendukung anak mengungkapkan atau mengatakan apa yang ia ingin katakan karna itu bisa menambah kosakata anak
4. Mengajarkan anak berbahasa sejak dini agar anak terbiasa

Karena bahasa indonesia adalah bahasa resmi negara indonesia Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sebagai rakyat Indonesia tidak hanya menjadikan bahasa Indonesia sebagai sebuah alat komunikasi semata, melainkan sebagai identitas Negara yang diakui oleh undang-undang. Bahasa Indonesia mengajarkan bagaimana cara berbahasa dan bertutur kata yang baik dan benar. Selain itu, juga dapat menumbuhkan rasa kesopan-santunan.

Oleh karena itu, di era globalisasi ini dan ditambah pula dengan maraknya “bahasa gaul” dikalangan masyarakat, bahasa Indonesia harus tetap terjaga agar tidak memudar seiring dengan perkembangan zaman. Jadi agar tidak di contoh oleh penerus atau tunas-tunas bangsa karena akan mengakibatkan dampak dan pengaruh yang buruk, untuk itu di sarankan agar bimbingan dari orang tua dan juga lingkungan dapat mendukung.

Daftar Pustaka
John Gray. Childen Are From Heaven,Jakarta:Pt.Gramedia Pustaka Utama, Oktokber 2000
Dra.Lilis Madyawati, Strategi Pengembangan Bahasa Pada Anak, Jakarta: Kencana, 2016

By: PUJA EMILIA PERMATA SARI

Berlangganan via Email