Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BAGAIMANA PENGEMBANGAN MEMBACA DAN MENULIS UNTUK ANAK USIA DINI?


BAGAIMANA PENGEMBANGAN MEMBACA DAN MENULIS UNTUK ANAK USIA DINI?


Membaca dini adalah membaca yang di ajarkan secara terprogram kepada anak prasekolah . Program ini menumpukan perhatian pada perkataan-perkataan utuh, bermakna dalam konteks pribadi anak-anak dan mempunyai bahan yang di berikan melalui permainan dan kegiatan yang menarik sebagai perantaraan pembelajaran. Membaca di artikan sebagai kegiatan untuk menelaah atau mengkaji isi dari tulisan, baik secara lisan maupun dalam hati untuk memperoleh informasi atau pemahaman tentang sesuatu dalam hati untuk memperoleh informasi atau pemahaman tentang sesuatu yang terkandung dalam tulisan tersebut.

Membaca pada hakikatnya sudah dapat di ajarkan pada balita, Namun menurut penelitian Glen lebih efektif di berikan pada usia 4 tahun . Bahkan menurutnya usia 3 tahun lebih mudah dari pada usia 4 tahun. Jelasnya, makin kecil makin mudah untuk belajar, Namun tentu semakin kecil usianya, Akan sangat menuntut kesabaran pada orang tua ataupun guru yang mengajarnya. Selanjutnya Glen menjelaskan, bahwa membaca harus di mulai dengan mengeja, di mulai dengan pengenalan huruf  kemudian mengenal suku kata, Barulah mengenal kata dan kalimat.

Pembelajaran membaca di taman kanak-kanak harus benar-benar di laksanakan dengan sistematis,artinya sesuai dengan kebutuhan,minat, perkembangan dan karakteristik anak. Proses pembelajaran dengan menggunakan alat permainan(media pembelajaran) yang di gunakan , harus memperhatikan hal lingkungkan belajar yang kondusif. Hal ini sangat penting, sebab jika anak mengalami kegagalan maka akan berpengaruh terhadap kemampuan berbahasa anak, baik keterampilan ekspresif maupun reseptif. Salah satu prinsip supaya anak menyukai atau tertarik dalam kegiatan membaca sehingga anak ini menyenangi kegiatan membaca. Jika anak memiliki rasa senang membaca, akan lebih mudah untuk di bimbing dalam Kegiatan belajar membaca.

 Membaca adalah kegiatan fisik  dan mental untuk menemukan makna dari tulisan, Walaupun dalam kegiatan ini terjadi pengenalan huruf–huruf. Membaca dan menulis merupakan hal yang sangat sulit bagi anak, karena anak harus belajar huruf dan bunyi huruf (morfen dan fonem). Huruf r biasanya merupakan huruf paling akhir yang dapat di ucapkan pada anak karena membutuhkan kematangan organ pembentuk suara. Sementara huruf  ng,kh dan sy biasanya menjadi huruf yang sulit di mengerti anak. Anak berpikir bahwa lain satu huruf dapat berfungsi kenapa harus ada dua huruf baru bisa berfungsi. Mungkin lebih mudah jika dua huruf ini di ganti satu simbol huruf lain.

Menulis adalah menorehkan huruf atau angka atau menuliskan lambnag grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang mudah di pahami oleh seseorang sehungga orang lain dapat membaca lambang grafik ini. Menulis di taman kanak-kanak dapat di sebut dengan menulis dini atau menulis awal . Kegiatan menulis dini mencakup anak mencoba teknik menulis menggunakan lekuk dan garis sebagai huruf , meniru tulisan atau meniru huruf yang dapat di kenal. Dengan demikian kegiatan menulis untuk Anak usia dini lebih menekankan pada kegitan mencurahkan perasaan,gagasan atau ide melauli simbol tertulis dengan cara bebas atau tidak terikat pada kaidah penulisan formal.

Menulis merupakan salah satu kemampuan yang harus di kembangkan dalam perkembangan bahasa anak, karena kehidupan manusia selain berkomunikasi lisan juga berkomunikasi tulis. Kegiatan menulis mempunyai hubungan yang erat dengan membaca. Berdasarkan pandangan para ahli mengemukakan bahwa pembelajaran membaca dan menulis harus dilaksanakn secara bersamaan, Anak-anak membutuhkan tulisan untuk membantu mereka belajar membaca, mereka membutuhkan bacaan untuk membantu mereka belajar menulis dan mereka membutuhkan komunikasi lisan untuk membantu mereka belajar membaca dan menulis. Kemampuan menulis merupakan kemampuan motorik halus, yang memerlukan koordinasi antara mata dan tangan. Kemampuan menulis pada Anak usia dini meliputi kemamppuan dan keterampilan mengemukakan sejumlah keterampilan khusus yang perlu di miliki anak ketika belajar membaca dan menulis. Keterampilan ini adalah membuat coretan,menggambar garis,menggambar bentuk dasar,menggambar, dan dengan cara yang natural atau menulis secara bebas untuk mengksplorasi secara leluasa menurut kehendak dan kemampuanya sendiri. 

Ada beberapa perkembangan kemampuan menulis untuk Anak Usia Dini Yaitu :
1. Tahap mencoret, Tahap ini anak mulai membuat tanda-tanda dengan menggunakan alat tulis,Mereka mulai belajar tentang bahasa tulisan dan bagaimana mengajarkan tulisan ini.
2. Tahap pengulangan secara linier, Tahap ini anak berpikir bahwa suatu kata merujuk pada sesuatu yang besar.
3. Tahap menulis secara acak, Tahap ini anak sudah dapat mengubah tulisan menjadi kata yang mengandung pesan. 

Bahasa memungkinkan anak untuk menerjemahkan pengalaman ke dalam simbol-simbol yang dapat di gunakan untuk berkomunikasi dan berpikir. Bahasa adalah alat untuk berpikir, mengekspresikan diri dan berkomunikasi dengan orang lain dan kemudian berlangsung dalam suatu interaksi sosial. Keterampilan bahasa juga penting dalam rangka pembentukan konsep, informasi, dan pemecahan masalah. Melalui bahasa pula kita dapat memahami komunikasi pikiran dan perasaan. Perkembanga n bahasa sebagai salah satu dari kemampuan dasar yang harus di miliki anak, sesuai dengan tahapan usia dan karakteristik perkembanganya. Perkembangan adalah suatu perubahan yang berlangsung seumur hidup dan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi seperti biologis,kognitif,dan sosioemosional.

Anak usia dini , Khususnya usia 4-5 tahun dapat mengembangkan kosa kata secara baik.  Ownes(dalam Rita Kurnia,2009:37) mengemukakan bahwa “Anak usia 4-5 tahun dapat memperkaya kosa katanya melalui pengulangan”. Mereka sering mengulangi kosa kata yang baru dan unik sekalipun belum memahami artinya. Dalam mengembangkan kosa kata tersebut, Anak menggunakan fast wrapping yaitu suatu proses dimana anak menyerap arti kata baru setelah mendengarkan sekali atau dua kali dalam dialog. Pada masa inilah anak mulai mengkombinasikan suku kata menjadi kata, dan kata menjadi kalimat.

Perkembangan berbicara dan menulismerupakan suatu proses yang menggunakan bahasa ekspresif dalam membentuk arti. Perkembangan berbicara pada anak tidak terlepas dari kenyataan adanya perbedaan kecepatan dalam berbicara , Maupun kualitas dan kuantitas anak dalam menghasilkan bahasa. Perkembangan berbicara pada anak berawal dari anak menggumam ataupun membeo, Sedangkan perkembangan menulis pada anak berawal dari kegiatan mencoret-coret sebagai hasil ekspresi mereka. Dyson(dalam Rita Kurnia 2009,39) berpendapat bahwa  “Perkembangan berbicara memberikan kontribusi yang besar terhadap perkembangan menulis pada anak”. Anak memiliki kemampuan menulis di pengaruhin oleh kemampuan sebelumnya sehungga dapat di tuangkan dalam bentuk tulisan. 

By: NINIT AMANDA F

Berlangganan via Email