Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PENERAPAN METODE ROLE PLAYING DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD/MI

PENERAPAN METODE ROLE PLAYING DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD/MI

PENDAHULUAN
Pendidikan adalah suatu upaya manusia untuk memanusiakan manusia dan mengembangkan kemampuan individu sehingga dapat hidup optimal baik sebagai individu maupun anggota masyarakat. Pendidikan merupakan usaha yang bertujuan untuk mendewasakan anak yang mencakup kedewasaan intelektual sosial dan moral. Pendidikan merupakan suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang bermanfaat untuk dirinya, masyarakat, negara dan bangsa. Dan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia melalui proses yang panjang dan berlangsung sepanjang hayat. Proses pendidikan terjadi melalui interaksi insani dimulai dari lingkungan keluarga, kemudian dilanjutkan dan ditempa dalam lingkungan sekolah serta diperkaya dalam lingkungan masyarakat. Hasil dari pendidikan akan digunakan dalam membangun kehidupan pribadi, agama, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Untuk mewujudkan tujuan pendidikan itu sendiri dapat diwujudkan melalui pembelajaran ilmu pengetahuan sosial, yang mana dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial itu berupaya mengembangkan pemahaman siswa mengenai individu maupun kelompok hidup bersama dan berinteraksi. Melalui pembelajaran ilmu pengetahuan sosial, diharapkan siswa memiliki bekal yang matang  secara emosional, berpikir rasional, memiliki keterampilan sosial dan intelektual serta mampu memilih keputusan-keputusan tepat berdasarkan situasi dan kondisi yang dialami.

Namun dalam proses membangun bangsa menuju kemajuan memiliki dampak negatif dimana terjadinya pergeseran nilai-nilai karakater bangsa, karena kurangnya rendahnya kesadaran siswa akan pentingnya belajar ilmu pengetahuan sosial. Kebanyakan siswa selalu mengeluh apabila diminta untuk mempelajari ilmu pengetahuan sosial salah satunya sejarah. Dimana dalam pelajaran sejarah tersebut menceritakan tentang peristiwa-peristiwa bersejarah, siswa lebih cepat bosan dan terasa memberatkan untuk diterima. Untuk menangani masalah tersebut dapat dilakukan dalam pendidikan dengan menggunakan cara metode role playing.

HAKIKAT  PEMBELAJARAN IPS
Ilmu Pengetahuan Sosial di Indonesia ialah sebuah kesepakatan untuk menunjuk istilah lain dari social studies. Social studies ini menunjuk sifat keterpaduan dari ilmu-ilmu sosial ( Integrated Social Sciences ). Sifat keterpaduan itulah menjadi ciri pokok mata kajian Ilmu Pengetahuan Sosial. Oleh karena itu S. Hamid Hasan menegaskan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial adalah studi integratif tentang kehidupan manusia dalam berbagai dimensi ruang dan waktu dengan segala aktivitasnya. Dalam rumusan lain Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kajian yang terkait dengan kehidupan soial kemasyarakatan beserta lingkungannya untuk kepentingan pendidikan dan pembentukan karakter para pelaku sosial.

Di dunia pendidikan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial berupaya mengembangkan pemahaman siswa tentang bagaimana individu dan kelompok hidup bersama dan berinteraksi di lingkungannya. Disisi lain siswa dibimbing untuk mengembangkan rasa bangga terhadap warisan budaya positif dan kritis terhadap yang negatif serta memiliki kepedulian terhadap keadilan sosial, proses demokrasi, dan kelanggengan ekologis. Melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial siswa didorong secara aktif menelaah interaksi antara manusia dan lingkungan, memahaminya dan membantu peningkatan kualitas kehidupan di lingkungannya, kini dan pada masa yang akan datang, menelaah gejala-gejala lokal, regional dan global dengan memanfaatkan keterampilan pengkajian sosial. 

TUJUAN PEMBELAJARAN IPS
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial bertujuan agar siswa mampu mengembangkan sikap dan keterampilan sosial yang berguna bagi kemajuan dirinya baik sebagai individu maupun anggota masyarakat. Pencapaian tujuan tersebut dilakukan melalui pengembangan kemampuan khusus  sebagai berikut:
1. Sebagai individu mengembangkan pemahaman tentang gejala alam dan kehidupan sistem sosial, pengelolaan sumber daya dan perubahan yang berkelanjutan.
2. Menerapkan pola berpikir keruangan dalam memahami gejala alam dan kehidupan manusia.
3. Mengembangkan keterampilan mengelola sumber daya dan kesejahteraan.
4. Mengembangkan kemampuan melakukan investigasi dan pola pikir kronologis untuk menganalisis hubungan sebab dan akibat dalam suatu rangkaian peristiwa.
5. Berempati dalam membangun pola interaksi dan beradaptasi dengan lingkungan alam, sosial dan budaya.
6. Menumbuhkan kesadaran terhadap perubahan masyarakat dan lingkungan, cinta tanah air, menghargai perbedaan, persamaan hak dan kesetaraan gender.
7. Membiasakan diri berpikir secara rasional, membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, mengantisipasi terjadinya konflik, dan memecahkan masalah dengan menggunakan keterampilan sosial.

Pengajaran pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial tidak hanya menyajikan materi yang memenuhi isi berkaitan dengan ingatan siswa, akan tetapi lebih mengkaji kebutuhannya sendiri dan sesuai dengan tuntutan masyarakat. Gejala dan masalah yang ada pada lingkungan siswa dapat dijadikan stimulan untuk dapat menarik perhatian siswa dalam proses belajar mengajar. Gejala seperti kemacetan lalu lintas, pengangguran, banjir dan erosi dapat menarik perhatian siswa jika gejala-gejala tersebut ditinjau dari berbagai dimensi yaitu dari segi ekonomi, sikap mental, pemerintahan atau yang lebih relevan. Dengan membawa persoalan yang ditemukan oleh siswa, hal ini akan melatih siswa untuk melakukan diagnosis terhadap masalah sosial dan selanjutnya akan terlatih pula untuk menyusun alternatif pemecahan dari masalah sosial tersebut. Bahkan menjadikan siswa berpikir kreatif, kritis dan dan terlatih untuk berani mengambil keputusan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang guru dalam pedidikan ilmu pengetahuan sosial diantaranya sebagai berikut : 
a. Kemampuan dalam memberikan bekal pengetahuan tentang manusia dan seluk beluk kehidupannya dalam asta gatra kehidupan
b. Membimbing kesadaran, keyakinan dan sikap akan pentingnya hidup bermasyarakat dengan penuh rasa kebersamaan, tanggung jawab dan manusiawi
c. Membina keterampilan hidup bermasyarakat dalam Negara Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD
d. Membina dan memberi bekal kesiapan untuk belajar lebih lanjut atau melanjutkan studi kelak di kemudian hari
e. Isi dan pesan nilai moral budaya bangsa, pancasila dan agama yang dianut dan diakui oleh bangsa Indonesia

METODE ROLE PLAYING
Sama seperti pembelajaran mata pelajaran yang lain sangat penting untuk menggunakan beberapa metode pembelajaran yang bervariasi agar siswa tidak merasa jenuh dengan metode pembelajaran yang terkesan monoton dan kurang menyenangkan terutama pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Siswa lebih mudah bosan jika guru menggunakan metode ceramah dalam menceritakan kembali suatu peristiwa sejarah, untuk itu guru dituntut untuk lebih kreatif dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan salah satunya dengan mengkolaborasinya dengan permainan.

Dengan bermain dapat membantu siswa memahami materi pelajaran lebih mendalam dengan melakukan permainan tentang materi pelajaran yang disajikan. Inovasi pembelajaran telah dilakukan yang biasanya kita kenal dengan model pembelajaran bermain peran atau role playing. Pernyataan ini sangat didukung oleh Santoso yang menyatakan bahwa model role playing adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran yang melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa yang mana di dalamnya terdapat aturan, tujuan dan unsur kesenangan dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Role playing ialah metode pembelajaran yang perlu menjadi pengalaman belajar peserta didik terutama dalam konteks pembelajaran ilmu pengetahuan sosial dan kewarganegaraan didalamnya. Biasanya langkah teknis, role playing sering digunakan sebagai pelengkap kegiatan pembelajaran yang dikembangkan dengan stressing metode pendekatan lainnya seperti inkuiri, demonstrasi dan lainnya. Hal tersebut memungkinkan karena role playing memiliki makna kontekstual dalam memberikan kegiatan pada peserta didik yang berkenaan dengan metode tindakan dalam kerangka tujuan membentuk perilaku hasil belajar yang diharapkan.

Metode role playing dapat disebut juga sosiodrama. Yang mana dalam proses pembelajaran pembelajaran diharapkan para guru dan siswa memperoleh penghayatan nilai-nilai dan perasaan- perasaan dengan bermain peran, role playing termasuk juga permainan pendidikan yang dapat digunakan untuk menjelaskan peranan, sikap, tingkah laku dan nilai dengan tujuan menghayati perasaan sudut pandang dan cara berpikir orang lain. George Sheftel mengemukakan makna penggunaan role playing secara komprehensif adalah sebagai berikut :
a. Untuk menghayati sesuatu hal/kejadian sebenarnya dalam realitas kehidupan.
b. Agar memahami apa yang menjadi penyebab dari sesuatu serta bagaimana dampak akibatnya.
c. Untuk mempertajam indera dan perasaan siswa terhadap sesuatu.
d. Sebagai penyalur/pelepasan tensi dan perasaan-perasaan.
e. Sebagai alat diagnosa keadaan
f. Mengarah pada pembentukan konsep secara mandiri.
g. Menggalu peran-peran diri pada dalam suatu kehidupan / kejadian / keadaan.
h. Mengali dan meniliti nilai-nilai dan peranan budaya dalam kehidupan.
i. Membantu siswa dalam mengklasifikasikan pola pikir, berbuat dan keterampilannya dalam mengambil atau membuat keputusan dengan caranya sendiri.
j. Membina siswa dalam kemampuan memecahkan masalah.
k. Berpikir kritis, analitis, berkomunikasi, hidup dalam berkelompok dan lain-lain.

l. Melatih anak mengendalikan dan memperbarui perasaannya, cara berpikir dan perbuatannya.
Adapun tujuan dan manfaat menurut Shaftel sebagai berikut : 
a) Agar  menghayati sesuatu kejadian atau hal sebenarnya dalam realitas hidup 
b) Agar memahami apa yang menajadi sebab dari sesuatu serta bagaimana akibatnya
c) Untuk mempelajari indera dan rasa siswa terhadap sesuatu
d) Sebagai penyaluran/pelepasan ketegangan dan perasaan-perasaan
e) Sebagai alat pendiagnosa keadaan kemampuan siswa dan sebagainya
f) Untuk memperoleh pemahaman dalam nilai dan rasa.

LANGKAH-LANGKAH METODE ROLE PLAYING
Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut: 
1. Guru  menyusun skenario yang akan ditampilkan
2. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dalam beberapa hari sebelum pelaksanaan kegiatan belajar mengajar
3. Guru membentuk kelompok yang terdiri dari 5 atau lebih
4. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai
5. Kemudian guru meminta siswa yang ditunjuk untuk memerankan skenario yang sudah dipersiapkan
6. Masing-masing siswa berada di kelompoknya sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan
7. Setelah selesai memerankan siswa diberi lembar kerja untuk membahas penilaian atau komentar atas penampilan masing-masing kelompok
8. Setelah itu masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya
9. Selanjutnya guru memberikan kesimpulan secara umum
10. Setelah memberikan kesimpulan semua hasil di evaluasi
11. Penutup

KELEBIHAN DAN KELEMHAN METODE ROLE PLAYING
Berikut ini beberapa kelebihan dan kelemahan dari metode pembelajaran role playing sebagai berikut:
1. Kelebihan
pakan pengalaman yang berkesan bagi siswa dan menyenangkan sehingga sulit untuk dilupakan.
Sangat menarik bagi siswa sehingga memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh antusias
Menumbuhkan semangat siswa untuk belajar serta menumbuhkan rasa kebersamaan melalui pembelajaran yang menyenangkan
Siswa dapat terjun langsung memerankan sesuatu yang akan dibahas dalam proses belajar mengajar
2. Kelemahan
Bermain peran memerlukan waktu yang banyak
Kesulitan siswa saat memerankan peran
Bermain peran tidak akan berjalan dengan baik, bisa jadi gagal apabila suasana kelas tidak begitu mendukung
Jika siswa tidak akan berjalan dengan baik atau bisa jadi gagal apabila suasana kelas tidak begitu mendukung
Tidak semua materi pelajaran dapat diajarkan dengan metode role playing.

By: DYAH AYU TAULA

Berlangganan via Email