Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengatasi Masalah Murid Hiperaktif Saat Pembelajaran Di Kelas?

Cara Mengatasi Masalah Murid Hiperaktif Saat Pembelajaran Di Kelas?

Dalam proses pembelajaran dikelas, guru memiliki peranan yang sangat penting yaitu mengajar dan mendidik siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Selain memberikan materi pembelajaran, menjadi seorang guru juga harus mengetahui karakteristik dari setiap siswanya apalagi pada tingkat SD/MI yang pada dasarnya adalah anak-anak dengan cara berpikir yang masih dini dan belum stabil sehingga membutuhkan arahan yang benar-benar dapat di mengerti oleh anak. Terkadang guru sering dibuat pusing dengan ulah muridnya yaitu ketika guru sedang mengajar di dalam kelas salah satu dari muridnya malah ramai sendiri tidak karuan atau asyik sendiri, tidak mendengarkan ketika guru menerangkan materi, dan membuat kegaduhan. Itu sering terjadi di beberapa sekolah yang pernah saya jumpai. Lalu kenapa masalah itu dapat terjadi?

Hal-hal tersebut dapat terjadi mungkin karena materi yang diajarkan kepada muridnya membosankan, contoh realitanya mata pelajaran yang dirasa membosankan murid adalah mata pelajaran PKN, Agama, IPS, sedangkan mata pelajaran yang paling dibenci adalah Matematika, Bahasa Inggris, IPA. Selain itu, guru dalam menyampaikan materi pelajaran terlalu monoton atau kurang menarik dan menggunakan media pembelajaran yang seadanya, sehingga murid merasa bosan dan tidak tertarik pada pelajaran tersebut dan akhirnya ramai sendiri dengan temannya.

Guru yang tidak memiliki wibawa yang tinggi dihadapan muridnya juga dapat mempengaruhi murid untuk tidak menganggap gurunya dan hanya menganggap teman sepermainan saja, sehingga ketika guru mengajar murid akan ramai sendiri. Cara mengatasi agar murid tidak ramai dan membuat kegaduhan saat proses pembelajaran dikelas adalah sebagai berikut:

1. Gunakan beberapa metode mengajar
Setiap siswa memiliki sifat dan karakter masing-masing. Oleh sebab itu guru harus menggunakan metode mengajar yang tepat untuk siswa. Misalnya guru mengajar di kelas A dengan menggunakan metode diskusi, siswa merasa senang dan mudah memahami materi pelajaran dan kelas menjadi kondusif selama pembelajaran berlangsung, maka gunakan metode belajar diskusi.

2. Berikan peringatan secara nonverbal
Ketika proses belajar mengajar tengah berlangsung, pasti ada salah satu siswa yang membuat kegaduhan, yang awalnya kelas tenang tiba-tiba menjadi berisik karena ulah salah satu siswa. Kalau sudah begitu, daripada guru berteriak lebih baik menggunakan bahasa nonverbal untuk memberikan peringatan kepada siswa tersubut. Misalnya dengan menaruh jari di depan mulut atau jari tangan membentuk huruf “X” yang merupakan kode untuk “Diam” atau “Jangan Berisik” atau dengan cara lain dengan menatap siswa yang membuat kegaduhan yang akhirnya dia sadar kalau diperhatikan.

3. Kendalikan emosi
Saat guru menghadapi siswa yang ramai sendiri dan susah diatur, cara menangani salah satunya dengan memarahinya, tetapi cara tersebut sangat tidak dianjurkan karena selain menguras tenaga juga dapat berpengaruh terhadap mental siswa. Cara yang tepat adalah dengan cara mengendalikan emosi diri dan ucapkan kata-kata yang berkonotasi positif, seperti pada saat guru menerangkan siswa malah asyik mengobrol dan menganggu siswa yang lain. Jika anda hanya berkata “Diam” atau “Jangan Berisik”, siswa mungkin akan diam tetapi itu tidak berlangsung lama karena teguran tersebut tidak mengandung “ancaman” buat siswa. Untuk itu, lebih baik memberikan teguran dengan alasan yang mengancam, seperti “Jangan ramai, nanti yang ramai bapak/ibu susruh menerangkan didepan kelas.” Biasanya cara seperti jauh lebih ampuh, siswa akan berpikir ulang jika mau mengulanginya lagi.

4. Selipkan candaan saat mengajar
Siswa lebih memilih untuk ramai dikelas karena mungkin cara mengajar anda dinilai membosankan oleh siswa. Maka dari itu, cobalah anda selipkan humor atau candaan yang menarik perhatian mereka. Mungkin dengan cara itu anda bisa disenangi oleh siswa.

5. Dengarkan keluhan siswa
Jika siswa sering ramai dikelas, membuat keributan, maka guru harus mencari tahu penyebab anak itu nakal. Caranya dengan mencoba mengajaknya ngobrol. Tanyakan alasan kenapa dia selalu buat keributan, selalu ramai dikelas meskipun proses belajar mengajar masih berlangsung. Bisa jadi siswa memiliki masalah dengan keluarganya atau dengan temannya sehingga susah untuk focus dan memilih mencari perhatian. Dengan mendengar cerita dari siswanya, guru bisa lebih mengerti keadaan siswa tanpa harus emosi. Untuk siswa pun, hal itu bisa membuat dia senang karena ada guru yang mau mendengarkan keluh kesahnya dan bisa jadi nantinya akan dihormati siswa tersebut.

6. Memberikan pujian atau reward pada siswa yang mau menyimak
Dengan memberikan pujian atau reward pada siswa yang mau menyimak pelajaran yang disampaikan guru juga bisa menjadi salah satu solusi agar siswa tersebut mau diam dan memperhatikan pelajaran dikelas. Reward bisa berupa penambahan nilai bagi siswa yang mau mendengarkan guru sehingga siswa yang ramai akan diam karena berharap mendapatkan reward atau hadiah dari guru.

Demikian pembahasan mengenai permasalahan pada murid yang ramai sendiri atau sering menbuat kegaduhan saat proses pembelajaran dikelas, sehingga suasana kelas tidak kondusif dan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut. Selain cara-cara diatas guru juga harus memiliki kesabaran dan sikap rendah hati dalam mendidik dan membimbing muridnya dengan sifat dan keunikannya masing-masing.

By: Ishardina Kholifatul Hidayati

Berlangganan via Email