Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kesulitan Baca Tulis pada Anak Sekolah Dasar

Kesulitan Baca Tulis pada Anak Sekolah Dasar

Kualitas pendidikan Indonesia makin hari semakin menurun. Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh UNESCO (2000) tetang peringkat indeks pengembangan manusia. Berdasarkan data tersebut Indonesia  menempati peringkat ke-109 dari 174 negara yang ada di dunia. Banyak sekali masalah yang terjadi dalam pendidikan Indonesia khususnya dalam tingkatan Sekolah Dasar (SD) / Madrasah Ibtida’iyah (MI). Salah satunya yaitu kurangnya kemampuan baca tulis pada anak.

Masih banyak kita jumpai anak yang masih kesulitan baca tulis pada sekolah dasar. Padahal sebelum sekolah dasar sudah diajarkan baca tulis pada tingkatan Taman Kanak-kanak (TK). Kebanyak orang tua merasa khawatir pada anaknya yang kesusahan baca tulis dan menduga bahwa anaknya mengalami gangguan disleksia. Disleksia merupakan gangguan saraf yang berakibat pada perkembangan belajar anak yang ditandai dengan kesulitan pada saat mebaca, menulis atau mengeja. Terkadang faktor lain juga mempengaruhi proses lambatnya anak dalam kemampuan baca tulisnya.
Faktor eksternal juga bisa berpengaruh pada lambatnya anak dalam belajar baca tulis. Diantaranya adalah :
  1. Anak kurang mendapat perhatian ekstra terhadap keluarga pada saat dirumah. Biasanya orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka, sehingga mereka tidak mengetahui perkembangan belajar pada anaknya. Pengaruh orang tua sangat penting untuk perkembangan belajar pada anaknya. Karena anak membutukan motivasi dan bimbingan lebih dari orang tuanya. 
  2. Guru dalam menyampaikan materinya kurang dapat dipahami oleh beberapa anak, sehingga anak tertinggal dalam materi yang telah disampaikan oleh guru terebut.
  3. Pemilihan metode yang digunakan oleh guru kurang cocok dengan karakteristik anak. Terkadang banyak juga guru yang tidak bisa memahami karakteristik anak, padahal setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda-beda, tidak semuanya memiliki karakteristik yang sama.
  4. Kurangnya penganalan huruf terhadap anak. Banyak orng tua yang salah dalam pengenalan huruf pada anaknya. Orang tua cenderung akan mengenalkan huruf pada anaknya pada saat usia akan memasuki masa sekolah. Padahal seharusnya.. Anak sudah bisa di kenalkan huruf saat ia sudah mulai bisa berbicara.


Cara menangani anak yang kesusahan dalam baca tulis :
1. Butuh kerja sama antara guru dan orang tua untuk membimbing anak dalam pengenalan huruf kepada anak.
2. Tidak berhenti untuk memotivasi anak agar terus belajar dan pantang menyerah.
3. Hindari kata-kata yang membuat anak putus asa dalam belajar.
4. Bimbingan khusus / kelas tambahan bagi anak yang mengalami kesulitan baca tulis.
5. Jangan menghukum anak karena ketidakmampuanya dalam belajar.
6. Gunakan metode yang tepat sehingga anak mudah untuk memahami.

By: Muhammad Fajri Alfiyan Nur

Berlangganan via Email