Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SEJARAH LAHIR, BERDIRI DAN RUNTUHNYA BANI ABBASYIYAH

SEJARAH LAHIR, BERDIRI DAN RUNTUHNYA BANI ABBASYIYAH

Abstrak 
Terbentuknya Dinaasti Abbasyiyah ialah melalui kudeta atau revolusi yang dilakukamn oleh Abu Abbas as-Saffah dengan dukungan kaum mawali dan syiah terhadap Dinasti Umayyah. Dinasti Abbasyiyah termasuk Bani Hasyim. Sedangkan Bani Umayyah merupakan salah satu kabilah dalam Quraisy, bukan termasuk keturunab Nabi Muhammad saw. Abu Abbas mulai menjalankan kampanyeuntuk mengembalikan kekuasaan pemerintahan kepada keluarga Bani Hasyim pada masa pemerintahan Khakifah Unar bin Abdul Aziz. Untuk melancarkan misinya dan menarik dukungan rakyat banyak, mereka banyak melakukan propaganda yang mereka sebut sebagai dakwah.

Pada masa-masa terakhir sebelum runtuhnya Bani Umayyah berdirilah Dinasti Abbasyiyah. Dinasti Abbasyiyah termasuk kekhalifahan ketiga setelah wafatnya Rasulallah saw. Yaitu setelah masa khulafaurrasyidin yang kemudian Dinasti Umayyah. Dinasti Abbasyiyahmulai berdiri dan berkembang setelah mampu mengalahkan Marwan bin Muhammad yang merupakan khalifah terakhir dari Dinasti Umayyah. Dinasti Abbasyiyah di dirikan oleh Abu al-Abbas as-saffah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin al-Abbas. Masa kekuasaan Dinasti Abbasyiyah berlangsung dalam rentang waktu yang lama, yaitu dari tahun 123H/780M sampai dengan 656H/1258M.

Tumbangnya kekuasaan Dinasti Umayyah sekaligus menjadi latar belakang berdirinya Dinasti Abbasyiyah. Penyebab tumbanngnya Dinasti Umayyah ialah karena mulai muncul kekasauan-kekacauan yang terjadi di Dinasti Umayyah. Dinasti Umayyah memiliki wibawa besar dan memiliki pengaruh yang luas. Akan tetapi, pemerintahnya tidak dapat simpati dari rakyat. Oleh sebab itu, mereka dapat di tumbangkan sehingga berdirilah Dinasti Abbasyiyah.

Pembahasan
A. Latar Belakang Berdirinya Dinasti Abbasyiyah
     1. Pendiri Dinasti Abbasyiyah
Pada masa-masa terakhir sebelum runtuhnya Bani Umayyah berdirilah Dinasti Abbasyiyah. Dinasti Abbasyiyah termasuk kekhalifahan ketiga setelah wafatnya Rasulallah saw. Yaitu setelah masa khulafaurrasyidin yang kemudian Dinasti Umayyah. Dinasti Abbasyiyahmulai berdiri dan berkembang setelah mampu mengalahkan Marwan bin Muhammad yang merupakan khalifah terakhir dari Dinasti Umayyah. Dinasti Abbasyiyah di dirikan oleh Abu al-Abbas as-saffah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin al-Abbas. Masa kekuasaan Dinasti Abbasyiyah berlangsung dalam rentang waktu yang lama, yaitu dari tahun 123H/780M sampai dengan 656H/1258M.

    2. Latar Belakang Munculnya Dinasti Abbasyiyah
Tumbangnya kekuasaan Dinasti Umayyah sekaligus menjadi latar belakang berdirinya Dinasti Abbasyiyah. Penyebab tumbanngnya Dinasti Umayyah ialah karena mulai muncul kekasauan-kekacauan yang terjadi di Dinasti Umayyah. Dinasti Umayyah memiliki wibawa besar dan memiliki pengaruh yang luas. Akan tetapi, pemerintahnya tidak dapat simpati dari rakyat. Oleh sebab itu, mereka dapat di tumbangkan sehingga berdirilah Dinasti Abbasyiyah.

B. Proses Lahirnya Dinasti Abbasyiyah
Dalam proses pembentukan dan lahirnya Dinasati Abbasyiyah banyak langkah-langkah yang mereka lakukan, antara lain sebagai berikut:
1. Mulai membentuk gerakan bawah tanah dengan tokoh-tokohnya, antara lain :
a. Muhammad bin Abbas
b. Ibahim al-Imam
c. Abu Muslim al-Khurasani

2. Penerapan politik bersahabat, maksudnya adalah Bani Abbas tidak menampakkan sikap permusuhan kepada Bani Umayyah.

3. Dalam gerakan tersebut, tidak menggunakan nama golongan Bani Abbas, tetapi menggunakan nama Bani Hasyim (Ahlu Bait). Penggunaan nama itu bertujuan agar pendukung Ali akan tetap mendukungnya karna mereka sama-sama kerurunan Bani Hasyim.

4. Menetapkan wilayah Khurasan sebagai pusat kegiatan politik gerakan Bani Abbas yang di pimpin oleh Abu Muslim al-Khurasani.

Secara lengkap, berikut ini proses lahirnya Dinasti Abbasyiyah. 
Rasa kebencian terhadap Bani Umayyah memunculkan kelompok-kelompok masyarakat yang benci terhadap Dinasti Umayyah. Kelompok-kelompok tersebut sebagai berikut :
1. Umat islam bangsa Arab Mekah, Madinah, dan Irak yang merasa diperlakukan tidak adil dan dizakimi oleh Bani Umayyahkarena adanya hak istimewa yang diberikan kepada bangsa Arab Suriah.
2. Kaum muslimin mawali (selain bangsa Arab). Mereka merasa sakit hati karena hanya dijadikan warga negara kelas tiga.
3. Kaum Syi’ah dan Khawarrij yang beranggapan bahwa Dinasati Umayyah adalah perampas kekhalifahan.
4. Kelompok muslimin yang memegang nilai-nilai agama dengan kuat. Kelompok kaum saleh ini menilai bahwa Dinasti Umayyah telah melencengjauh dari ajaran islam yang benar.

Terbentuknya Dinaasti Abbasyiyah ialah melalui kudeta atau revolusi yang dilakukamn oleh Abu Abbas as-Saffah dengan dukungan kaum mawali dan syiah terhadap Dinasti Umayyah. Dinasti Abbasyiyah termasuk Bani Hasyim. Sedangkan Bani Umayyah merupakan salah satu kabilah dalam Quraisy, bukan termasuk keturunab Nabi Muhammad saw. Abu Abbas mulai menjalankan kampanyeuntuk mengembalikan kekuasaan pemerintahan kepada keluarga Bani Hasyim pada masa pemerintahan Khakifah Unar bin Abdul Aziz. Untuk melancarkan misinya dan menarik dukungan rakyat banyak, mereka banyak melakukan propaganda yang mereka sebut sebagai dakwah.

C. Fase Pemerintahan Dinasti Abbasyiyah
Dinasti Abbasyiyah memiliki masa kekuasaan yang cukup lama, yaitu sekitar lima abad, oleh karena itu para sejarawan membagi fase-fase pemerintahan dalam Dinasti Abbasyiyah menjadi lima. Menurut B.G. Stryzewki, lima fase tersebut sebagai berikut.

1. Fase Pertama (Masa Pengaruh Persia, 750-847M)
Abu al-Abbas as-Saffah sampai al-Wasiq merupakan khalifah periode pertama dalam Bani Abbasyiyah. Pada periode ini Bani Abbasyiyah banyak mengalami kemajuan dan termasuk masa keemasan serta kejayaannya.Namun, ketika khalifah al-Mu’tasim berkuasa, orang-orang turki yang duduk dalam pemerintahan mulai mempengaruhi kebijakan yang diambil khalifah. Hal itulah yang menyebabkan Khalifah al-Wasiq memindahkan pusat pemerintahan dari Baghdad ke Samarra.

2. Fase Kedua (Masa Pengaruh Turki, 847-945M)
Fase kedua dimulai dari pemerintahan Khalifah al-Mutawakil, ia dan khalifah penggantinya sangat lemah sehingga orang-orang Turki akhirnya dapat mengambil alih kekuasaan. Mereka kemudian mengangkat khalifah sesuai dengan keinginan sendiri. Secara politik keadaan Bani Abbasyiyah bertambah buruk meskipun ilmu pengetahuan dan kebudayaan terus berkembang.

3. Fase Ketiga (Masa Kekuasaan Bani Buwaihi, 945-1055M)
Pada periode ini kekuasaan di pegang oleh Bani Buaihi yang beralian Syiah. Pusat pemerintahan berpindah dari Baghdad ke Syiraz tempat Ali bin Buwaihi berkuasa. Pada periode ini keadaan menjadi lebih buruk karena khalifah tak lebih sebagai pegawai yang di perintah dan di gaji. Namun, ilmu pengetahuan tetap berkenbang dengan munculnya tokoh-tokoh besar.

4. Periode Keempat (Masa Kekuasaan Bani Seljuk 1055-1199M)
Atas permintaan Khalifah Abbasyiyah, Bani Seljuk dapat melumpuhkan Bani Buwaihi dan mengambil alih kekuasaan. Kewajiban khalifah kembali sehingga keadaan mulai membaik. Akan tetapi, kekuasaan Bani Seljuk melemah setelah munculnya konflik internal.

5. Periode Kelima (Masa Kekuasaan Bani Abbasyiyah Bebas dari Pengaruh Mabapun 1199-1258M)
Pada periode ini kekuasaan Bani Abbasyiyah benar-benar bebas dari pengaruh manapun. Namun, karena sempitnyawilayah kekuasaan, yaitu di sekitar Baghdad saja, maka pemerintahan menjadi tidak efektif dan polotiknya lemah. 

D. Runtuhnya Dinasti Abbasyiyah
Meskipun Daulah Abbasyiyah begitu bercahaya dalam mendulang kesuksesan dan kejayaan dalam hampir segala bidang. Namun seiring berjalannya waktukejayaan Dinasti Abbasyiyah mulai meredup dan akhirnya runtuh.

1. Faktor Kemunduran Dinasti Abbasyiyah
Dinasti Abbasyiyah telah dianggap sebagai cermina kejayaan islam yang telah di raih sejak zaman Rasulallah, sekaligus menjadi titik balik kemunduran islam sepeninggalan Rasulallah dan Khulafaurrasyidin. Masa kekuasaan Dinasti Abbasyiyah yang berlangsung dalam kurun waktu yang sangat lama, sekitar -+500 tahun tersebut telah banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan peradaban islam, baik di bidang sosial, politik, ekonomi maupun budaya. Namun, kejayaan ini tidak seterusnya dapat di pertahankan. Ketika tahun 850 M mulailah nampak bibit-bibit kemunduran. Kemunduran yang terjadi pada Dsinasti Abbasyiah banyak disebabkan oleh beberapa persoalan internal seperti berikut.
a. Perebutan Kekuasaan 
Awal perebutan kekuasaan terjadi pada masa Khalifah al-Ma’mun yang berseteru dengan Khalifah al-Alamin. Selain itu, masuknya pengaruh Turki dan Persia juga menjadi penyebab kemunduran Dinasti Abbasyiyah.
b. Memperioritaskan Bangsa Asing dari Bangsa Arab
Keluarga Abbasyiyah lebih memilih memberikan pangkat dan jabatan kepada Bangsa Persia, bahkan jabatan tersebut termasuk pos-pos yang cukup strategis dan penting, tentara, wali provinsi dan hakim-hakim. Hal ini tentu saja memicu rasa kebencian dan permusuhan dari bangsa Arab yang merasa diperlakukan tidak adil, mereka merasa di perlakukan sebagai anak tiri di rumah sendiri.
c. Kemewahan Hidup di Kalangan Penguasa
Setelah mengulang kesuksesan dalam perekonomian negara, maka hal itu mendorong para penghuni istana untuk bergaya hidup mewah dan mencolok. Setiap khalifah ingin kehidupannya lebih mewah dari pada khalifah sebelumnya. Keadaan tersebut yang membuat generasi penerus Dinasti Abbasyiyah menjadi lemah dan tidak dapat membendung pengaruh Turki untuk mengambil alih pemerintah.
d. Kemurkaan terhadap Bani Umayyah dan Alawiyah
Keluarga Abbasyiyah melakukan siasatnya dengan menindas dan menganiaya Bani Umayyah dan memusuhi kaum Alawiyin yang mengakibatkan kerugian bagi dirinya sendiri. Mereka lupa bahwa berdirinya daulah mereka adalah hasil kerja sama dengan keluarga Alawiyah yang tidak sedikit jasanya kepada mereka dalam menjauhkan kekuasaan Bani Umayyah.
e. Konflik Keagamaan 
Setelah terjadinya konflik antara Muawiyyah dan Khalifah Ali yamh berujung pada lahirnya tigakelompok umat yaitu pengikut Muawiyah, Syi’ah dan Khawarrij, ketiga kelompok ini senantiasa berebut pengaruh, Kelompok yang senantiasa berpengaruh pada masakekhalifahan Muawiyah maupun Abbasyiyah adalah kelompok Sunni dan Syi’ah.
f. Pengaruh Bid’ah-Bid’ah Agama dan Filsafat
Ada beberapa orang Khalifah Abbasyiyah, seperti al-Ma’mun, al-Muktasimin dan al-Wasiq sangat terpengaruh oleh bid’ah-bid’ah agama dan pembahasan-pembahasan filsafat dan menjadikan aliran Muktazilah, yang dianggap menyimpang oleh jumhur ulama, sebagai ideologi resmi negara.
g. Luasnya Wilayah Kekuasaan Dinasti Abbasyiyah
Wilayah kekuasaan Dinasti Abbasyiyah sangat luassehinggamencakup wilayah sekuruh Timur Tengah, Afganistan dan India di Asia Tengah, Mesir, Libia, Tunisia, alJazair, dan Morokodi Afrika Utara Luasnya wilayah kekuasaan Daulah Abbasyiyah ini menyebabkan komunikasi pusat dengan daerah sulit di lakukan.
h. Banyaknya Pemberontakan
Akibat dari kebijakan khalifah yang lebih mementingkan pembinaan peradaban dan kebudayaan, maka banyak daerah yang tidak di kuasai khalifah. Sehingga daerah-daerah tersebut berada di bawah kekuasaan gubernur-guberbur yang besangkutan. Akibatnya, provinsi-provinsi tersebut banyak yang melepaskan diri diri dari penguasa Bani Abbas.

2. Faktor Kehancuran Dinasti Abbasyiyah
                Banyaknya kemunduran Dinasti Abbasyiyah, menjadi penyebab keruntuhan dan kehancuran dinasti ini. Sehingga pelan tapi pasti Dinasti Abbasyiyah mulai mengalami kehancuran karena pengaruh faktor internal dan faktor eksternal berikut.
1. Faktor Internal
a. Kelemahan Khalifah
       Jika dilihat dari sejarah kekuasaan Dinasti Abbasyiyah, apabila khalifah kuat, para menteri cenderung berperan sebagai kepala pegawai sipil, namun ketika khalifahnya lemah, mereka para menteri akan berkuasa mengaturroda pemerintahan.
b. Kremerosotan Ekonomi 
        Bukan hanya kemunduran di bidang politik, khalifah Abbasyiyah juga mengalami kemunduran di bidang ekonomi. Dua kemunduran ini muncul hampir secara bersamaan. Kemerosotan ekonomi terjadi karena banyaknya biaya yang di gunakan untuk anggaran tentara, banyaknya pemberontakan, dan kebiasaan para penguasa untuk berfoya-foya, kehidupan para khalifah dan keluarga serta pejabat-pejabat negara yang hidup mewah dan semakin sempitnya wilayah kekuasaan kekhalifahan karena banyak profinsi yang telah memisahkan diri.
c. Perebutan Kekuasaan di Pusat Pemerintahan
          Pada masa Khalifah Abbasyiyah didirikan oleh Bani Abbas, mereka bersekutu dengan orang Persia. Persekutuan tersebut didasari oleh persamaan nasib kedua golongan itu pada masa Bani Umayyah berkuasa. Keduanya sama-sama tertindas. Setelah Dinasti Abbasyiyah berdiri, Bani Abbas mempertahankan persekutuan itu.
2. Faktor Eksternal
a. Perang Salib
            Kekalahan tentara Romawi yang berjumlah 200.000 orang dari pasukan Alp Arselan yang hanya berkekuatan 15.000 prajurit telah menanamkan benih permusuhan dan kebencian orang orang kristen terhadap umat islam. Oleh karena itu, pada tahun 1095 M, Paus Urbanus ll menyeru kepada umat kristen Eropa untuk melakukan perang suci yang kemudian di kenal dengan nama Perang Salib.
b. Invasi Bangsa Mongol
              Bangsa yang berasal dari Asia Tengah ialah tempat asal orang-orang Mongol mereka sering di sebut sebagai bangsa Tartar.Sebagai awal kehancuran Baghdad dan Khalifah islam orang-orang Mongol nenguasai negeri Asia Tengah .

                  Dari sinilah Dinasti Abbasyiyah mengalami Kehancuran.

 Kesimpulan : 

Dalam proses pembentukan dan lahirnya Dinasati Abbasyiyah banyak langkah-langkah yang mereka lakukan, antara lain sebagai berikut. 
1. Mulai membentuk gerakan bawah tanah dengan tokoh-tokohnya, antara lain :
d. Muhammad bin Abbas
e. Ibahim al-Imam
f. Abu Muslim al-Khurasani
2. Penerapan politik bersahabat, maksudnya adalah Bani Abbas tidak menampakkan sikap permusuhan kepada Bani Umayyah.
3. Dalam gerakan tersebut, tidak menggunakan nama golongan Bani Abbas, tetapi menggunakan nama Bani Hasyim (Ahlu Bait). Penggunaan nama itu bertujuan agar pendukung Ali akan tetap mendukungnya karna mereka sama-sama kerurunan Bani Hasyim.
4. Menetapkan wilayah Khurasan sebagai pusat kegiatan politik gerakan Bani Abbas yang di pimpin oleh Abu Muslim al-Khurasani.

Secara lengkap, berikut ini proses lahirnya Dinasti Abbasyiyah. 
Rasa kebencian terhadap Bani Umayyah memunculkan kelompok-kelompok masyarakat yang benci terhadap Dinasti Umayyah. Kelompok-kelompok tersebut sebagai berikut :
1. Umat islam bangsa Arab Mekah, Madinah, dan Irak yang merasa diperlakukan tidak adil dan dizakimi oleh Bani Umayyahkarena adanya hak istimewa yang diberikan kepada bangsa Arab Suriah.
2. Kaum muslimin mawali (selain bangsa Arab). Mereka merasa sakit hati karena hanya dijadikan warga negara kelas tiga.
3. Kaum Syi’ah dan Khawarrij yang beranggapan bahwa Dinasati Umayyah adalah perampas kekhalifahan.
4. Kelompok muslimin yang memegang nilai-nilai agama dengan kuat. Kelompok kaum saleh ini menilai bahwa Dinasti Umayyah telah melencengjauh dari ajaran islam yang benar.
            Dinasti Abbasyiyah memiliki masa kekuasaan yang cukup lama, yaitu sekitar lima abad, oleh karena itu para sejarawan membagi fase-fase pemerintahan dalam Dinasti Abbasyiyah menjadi lima. Menurut B.G. Stryzewki, lima fase tersebut sebagai berikut.
1. Fase Pertama (Masa Pengaruh Persia, 750-847M)
2. Fase Kedua (Masa Pengaruh Turki, 847-945M)
3. Fase Ketiga (Masa Kekuasaan Bani Buwaihi, 945-1055M)
4. Periode Keempat (Masa Kekuasaan Bani Seljuk 1055-1199M)
5. Periode Kelima (Masa Kekuasaan Bani Abbasyiyah Bebas dari Pengaruh Mabapun 1199-1258M)
           
Meskipun Daulah Abbasyiyah begitu bercahaya dalam mendulang kesuksesan dan kejayaan dalam hampir segala bidang. Namun seiring berjalannya waktukejayaan Dinasti Abbasyiyah mulai meredup dan akhirnya runtuh.
A. Faktor Kemunduran Dinasti Abbasyiyah
Kemunduran yang terjadi pada Dsinasti Abbasyiah banyak disebabkan oleh beberapa persoalan internal seperti berikut.
1. Perebutan Kekuasaan 
2. Kemewahan Hidup di Kalangan Penguasa
3. Kemurkaan terhadap Bani Umayyah dan Alawiyah
4. Konflik Keagamaan 
5. Pengaruh Bid’ah-Bid’ah Agama dan Filsafat
6. Luasnya Wilayah Kekuasaan Dinasti Abbasyiyah
7. Banyaknya Pemberontakan

B. Faktor Kehancuran Dinasti Abbasyiyah
        Banyaknya kemunduran Dinasti Abbasyiyah, menjadi penyebab keruntuhan dan kehancuran dinasti ini. Sehingga pelan tapi pasti Dinasti Abbasyiyah mulai mengalami kehancuran karena pengaruh faktor internal dan faktor eksternal berikut.
1. Faktor Internal
a. Kelemahan Khalifah.
b. Kremerosotan Ekonomi 
c. Perebutan Kekuasaan di Pusat Pemerintahan
          
2. Faktor Eksternal
a. Perang Salib
b. Invasi Bangsa Mongol
              

By: Miftachul Jannah

Berlangganan via Email