Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Membangun Generasi Islam Dengan Sholat Berjama’ah

Sering kita jumpai anak-anak muslim yang sudah dewasa tapi masih belum bisa melaksanakan sholat dengan baik. Bahkan banyak anak-anak tidak pernah mengenal namanya sholat. Betapa mirisnya melihat generasi islam yang tidak mengenal sholat. Padahal, sholat merupakan rukun islam yang wajib dikerjakan bagi seluruh umat Islam.
Anak yang terbiasa melaksanakan sholat lima waktu biasanya memiliki akhlak dan perilaku yang baik. Akan berbeda ketika seorang anak sudah tidak mengenal sholat, akhlak dan prilakunya pun tidak akan baik. Karena sholat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar, jika sholatnya baik maka baik pula akhlak prilakunya. sebagaimana dalam surah Al-Ankabut ayat 45 yang artinya:

 “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Betapa pentingnya pembelajaran sholat bagi anak sebagai generasi penerus islam. Hendaknya kita mencetak generasi yang bertaqwa kepada Allah dengan menjalankan segala perintah dan menjahui segala larangannya. Hal tersebut dapat dimulai dengan pembelajaran sholat.

Memberikan pemahaman tentang sholat kepada anak tidaklah mudah, tapi banyak cara agar anak mudah memahami tentang sholat. Salah satunya dengan pembiasaan sholat berjam’ah. Hal tersebut dapat dimulai ketika anak masih kecil, dengan mengajaknya ketika kita pergi sholat berjam’ah baik di rumah maupun di masjid. Agar anak terbiasa melihat orang melakukan sholat meskipun belum tahu apa yang dibaca dalam sholat, setidaknya anak sudah memahami urutan gerakan dalam sholat. 
Bagaimana mengajarkan sholat di sekolah?

Generasi Islam Berjamaah
Di sekolah pembelajaran sholat bisa dilakukan dengan mengadakan sholat dzuhur berjam’ah. Sebulum diadakan sholat berjam’ah guru harus mengawalinya dengan mengajarkan tata cara wudhu lebih dulu. Kegiatan tersebut  dilakukan bersama-sama dengan bimbingan dari guru. Dalam pembelajaran wudhu dibutuhkan beberapa guru untuk mengkondisikan banyak peserta didik yang masih belum bisa melakukan wudhu dengan benar, ada guru yang mendemonstrasikan dan ada guru yang memantau   wudhu  yang dilakukan peserta didik.

Jika ada peserta didik yang masih belum tepat dalam melakukannya maka guru-guru pendampinglah yang memberikan arahan yang tepat pada peserta didik. Pembelajaran wudhu ini bisa dilakukan beberapa kali hingga seluruh  peserta didik dapat melakukan wudhu dengan baik dan benar.

Setelah peserta didik dapat melakukan wudhu dengan baik dan benar, selanjutnya peserta didik diajarkan untuk melakukan sholat. Pembelajaran sholat dapat dilakukan dengan guru membaca bacaan dalam sholat dengan lantang setiap kali sholat berjama’ah. Meskipun banyak dari peserta didik yang belum hafal bacaan dalam sholat, jika terbiasa mendengarkan bacaan sholat akan membuat peserta didik hafal meskipun tidak disuruh menghafalkan. Ketika melakukan sholat berjam’ah pun harus ada guru yang mengawasi geraka-gerakan sholat peserta didik. Jika ada yang kurang tepat dalam melakukan gerakannya, maka tugas guru pengawas yang mengarhkan gerakan yang kurang tepat tersebut.

Perbandingan anak yang terbiasa sholat berjama’a dengan yang hanya menerima materi di kelas
Pembiasaan sholat berjama’ah hendaknya dilakukan secara istiqomah setiap hari. Dengan pembiasaan sholat berjama’ah ini, diharapkan peserta didik lebih mudah memahami pembelajaran sholat dalam fiqih meskipun hanya bebrapa kali bertatap muka dalam pembelajaran fiqih. Pembiasaan sholat berjam’ah lebih efektif dari pada hanya melalui pembelajran di kelas dengan materi yang cukup sulit dipahami anak-anak. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan memberikan pertanyaan kepada anak yang sudah terbiasa melakukan sholat dengan anak yang hanya menerima materi tentang sholat di kelas.

Meskipun anak yang terbiasa melakukan sholat tidak pernah menerima penjelasan guru di kelas tentang tata cara wudhu dan sholat yang benar pasti bisa menjawab pertanyaan tentang tata cara wudhu dan sholat yang benar. Berbeda dengan anak yang hanya menerima materi tata cara wudhu dan sholat di kelas, belum tentu anak tersebut bisa menjawab pertanyaan tentang tata cara wudhu dan sholat yang benar karena meraka masih perlu mengingat dan memahaminya. Diharapkan dengan memiliki pemahaman tentang sholat sebagai langkah awal membangun genarasi islam yang taat.


By : Ani Satul Mahiroh

Berlangganan via Email