Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penggunaan Strategi dan Media yang Tepat


Mengeluarkan zakat
Fiqih merupakan salah satu mata pelajaran bagian agama Islam yang bertujuan untuk mempelajari hal-hal keseharian, seperti tentang wudhu, sholat, zakat, haji, umroh, muamalah atau perdagangan, dan lain-lainnya. Pembelajaran juga disesuaikan oleh Kompetensi Inti-Kompetensi Dasar (KI-KD) dari 1 - 4. KI-KD 1 dan 2 membahas tentang sikap peserta didik dengan teman sebaya maupun agama Islam sedangkan KI-KD 3 dan 4 membahas tentang pengetahuan peserta didik dalam materi yan telah disampaikan oleh pendidik.

Selain juga KI-KD yang menjadi hal dasar sebagai pendidik diharuskan bisa menguasai RPP, RPE, PROTA, PROMES, dan SILABUS. Maka dalam pembelajaran fiqih pendidik tentu diperuntukkan paham dan bisa merancangnya sesuai kelas hingga sedemikian rupa sehingga peserta didik dapat memahami dan menguasainya tanpa adanya hambatan. Pembelajaran fiqih juga tentu memiliki tujuan, yaitu:

1. Memberikan ilmu pengetahuan tata cara ibadah kepada peserta didik sesuai ketentuan agama Islam.
2.     Membiasakan sikap teladan dalam bersosialisasi dan beribadah sesuai agama Islam.
3.     Membentuk kepribadian kepada peserta didik ke depannya sesuai agama Islam.

Hikmah atau manfaat di terapkannya pembelajaran fiqih ini untuk pendidik maupun peserta didik ialah dapat menambah wawasan tatacara ibadah sesuai petunjuk agama Islam, melahirkan generasi Islami dalam beribadah maupun bersosialisasi, dan menciptakan generasi pendidik yang dapat membagi ilmu sesuai tuntunan agama Islam.

Saya sebagai mahasiswi UINSA angkatan 2017, dalam pembelajaran fiqih ini akan memilih membahas strategi dan media yang tepat dalam mata kuliah ini dan menuangkan dalam tugas artikel.

Saya memilih tema zakat Maal tentang muamalah atau perdagangan dengan menggunakan strategi Role Playing atau sandiwara dan menggunakan media alat uang kertas dan gambar diagram kenaikan suku bunga Investasi. Saya akan memberikan pengetahuan tentang zakat mulai pengertian, zakat, macam-macam zakat, bentuk pembayaran zakat dan manfaat zakat dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah peserta didik paham dengan baik penjelasan dari saya, akan memilih menghitung takaran zakat Maal dengan hasil dari Investasi, yaitu cara 1 = dapat membayar dari modal awal 2.5% dan dilanjut 2.5% setelah mendapat keuntungan sebesar nisab (satu tahun), dan cara 2 = dapat membayar 5% saat keuntungan keluar sebesar nisab ( satu tahun ). Saya akan berlaku menjadi Amil zakat lalu memilih 2 peserta didik sebagai 1 penanam modal dan 1 teller bank. Awal permainan penanam modal mendatangi teller bank untuk mengajukan Investasi emas atau saham lalu menanamkan modal awal sebesar 500.000,- rupiah dengan keuntungan perbulan 100.000,- rupiah. Setelah genap nisab (satu tahun) maka penanam modal ini tiba waktunya pembayaran zakat Maal. Kami sepakat menggunakan cara ke dua.

Zakat Maal = Total Keuntungan x Pembayaran Zakat Maal
  Diketahui :  Modal     = 500.000
    Keuntungan perbulan   = 100.000/bulan
    1 tahun    = 12 bulan
    Pembayaran zakat Maal  = 5%

Ditanya : Zakat Maal?
Dijawab :
Keuntungan selama setahun  = 12 x 100.000
    =1.200.000
Total keuntungan  = Keuntungan selama setahun + Modal Awal
   = 1.200.000 + 500.000
   = 1.700.000
Zakat Maal = Total Keuntungan x Pembayaran Zakat Maal
  = 1.700.000 x 5%
  = 85.000,- rupiah
Jadi, zakat yang harus dibayarkan setelah penanam modal mendapatkan keuntungan ialah 85.000,- rupiah.

Demikian penjelasan pembelajaran fiqih dari zakat Maal telah selesai dijabarkan, semoga ilmu yang dituangkan dalam artikel saya dapat berikan bermanfaat bagi kita semua. Akhirul kalam. Wassalamu’alaikum.Wr.Wb.

By: Aisyah Nur Rahmah Febriani


Berlangganan via Email