Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MENGAPA ORANG TUA MEMILIH MENGIKUTKAN ANAK DI LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR?

Semua orang tua pasti menginginkan buah hatinya tumbuh menjadi pribadi yang baik, cerdas dan berkualitas. Oleh karena itu dalam prosesnya tidak boleh lepas dari peran seorang guru dan orang tua. Dalam hal pendidikan perang orang tua sangat pengaruh terhadap anak dari pada guru di sekolah. Orang tua adalah madrasatul ula bagi anaknya, sejak lahir yang di lihat pertama adalah orang tua nya serta orang tua lah yang memiliki waktu untuk mengawasi anaknya lebih lama. Orang tua akan memberikan dorongan atau motivasi untuk anak-anaknya contohnya dengan cara  mengerjakan tugas rumah, mempersiapkan belajar untuk menghadapi ulangan dll.

Memilih mengikutkan anak di lembaga bimbingan belajar


Saat ini marak anak yang masih dalam masa sekolah SD/MI di masukkan ke dalam bimbingan belajar. Yang mana orang tua juga harus rela membayar mahal untuk masuk ke bimbel tersebut. Disana juga disediakan materi pelajaran yang menarik mnat orang tua karena dari guru yang terpercaya. Dari situlah banyakorang tua yang rela untuk membayar mahal dan rela untuk mengantar dan mejemput ankanya meskipun jarak yang tidak dikatakan dekat.

Menurut D.Sudjana (2004:74) “Berkaitan dengan peranan pendidikan nonformal dalam membantu sekolah dan masyarakat terhadap masalah tersebut, peranan pendidikan nonformal dalam kaitan dengan pendidikan nonformal adalah sebagai pelengkap, penambah, dan pengganti pendidikan formal. Sebagai pelengkap (complementary education), pendidikan nonformal dapat menyajikan berbagai mata pelajaran atau kegiatan belajar yang belum termuat dalam kurikulum pendidikan formal sedangkan materi pembelajaran atau kegiatan belajar tersebut sangat dibutuhkan oleh anak didik dan masyarakat yang menjadi layanan pendidikan formal tersebut.

Namun banyak juga orang yang mengangagap bahwa jika anak yang masih dalam sekolah dasar sudah masuk ke dalam bimbingan belajar. Mereka menganggap bahwa jika masih kecil sudah masuk kesana maka akan berdampak pada sisi psikologis anak. Contoh, anak akan sedikit lebiih jauh dari kedekatan kepada kedua orang tuanya. Dan juga anak yang masih kecil sudah mengerti sedikit tentang kerasnya dunia luar yang jauh dari orang tuanya. Dan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari luar, pihak guru bimbel tidak akan beraniuntuk bertanggung jawab karena bukan tugasnya dan hanya bertanggung jawab untukmenyampaikan ilmunya dan menerima gaji/bayaran dari orang tua saja. Namun kita juga tidak bisa menyalahkan dari orang tua tersebut karena ada beberapa faktor yang membuatnya untuk dimasukkan ke dalam bimbingan belajar. Misalnya faktor ekonomi, faktor intelektual, dan sebagainya. Faktor tersebut sebagai berikut:

1. Masalah waktu
Banyak orang tua yang tidak memiliki waktu untuk mengajarkan pelajaran anaknya dirumah karena kesibukan bekerja. Alasan waktu sangat banyak di alami oleh para orang tua melihat kondisi zaman saat ini. Bahkan untuk mengurus anaknya yang masih kecil saja sudah banyak orang tua yang menitipkan anaknya di daycare . Hal inilah yang menjadikan orang tua sangat membutuhkan keberadaan lembaga bimbingan belajar.

2. Sulit memahamkan materi pelajaran kepada anaknya
Masalah kedua adalah sulitnya memahamkan pelajaran kepada anaknya. Kami yakin orang tua mengerti mengenai pelajaran anak-anaknya , namun untuk memahamkan sebuah mata pelajaran butuh cara tersendiri yang biasanya dilakukan oleh guru atau orang yang memang biasa mengajar . Karena ketidakmampuan ini akhirnya orang tua lebih memilih bimbel untuk memberikan pelajaran tambahan kepada anaknya.

3. Harapan orang tua untuk prestasi akademik anaknya
Kami yakin semua orang tua menginginkan anaknya berprestasi di sekolah . Lembaga bimbingan belajar ( Bimbel ) menjadi jawaban terbaik agar anak mendapatkan pelajaran tambahan sehingga kemampuanya bisa lebih unggul dibanding anak-anak yang lain.

4. Agar waktu anak tidak terbuang sia-sia
Daripada waktu anak habis hanya untuk bermain-main lebih baik di ikutkan ke bimbel. Selain untuk mendapatkan pelajaran tambahan , anak-anak juga bisa mendapatkan teman baru.

5. Bantuan mengetahui bakat dan minat anaknya
Saat ini banyak lembaga bimbingan belajar yang tidak hanya menawarkan pelajaran tambahan tapi juga dapat memberikan Ilmu parenting kepada orang tua. Biasanya 1 bulan sekali diadakan seminar – seminar mengenai parenting yang cukup baik untuk manambah pengetahuan orang tua dalam mengasuh putra-putrinya. Selain itu anak – anak juga mendapatkan pendidikan karakter dari lembaga bimbel , seperti kedisplinan, semangat belajar yang meningkat , jujur tidak menyontek , dsb. Hal ini juga menjadi nilai tambah sehingga orang tua berminat mengikutsertakan anaknya ke bimbel.

Dari beberapa faktor tersebut d apat kita simpulkan bahwa cenderung kepada orang tua. Mulai dari harapan orang tuayang besar dan juga faktor keterbatasan ilmu dari orang tua yang juga dulunya mereka juga lulusan tidak sampai pada yang tertinggi. Namun sebagai orang tua juga sadar bahwa umur anak kitab yang juga masih belum dewasa dan lebih membutuhkan kedekatan mora dan psikis dari orang tua untuk mejaga kedakatan anak dan orang tua. Meskipun dari segi ilmu kita masih kalah dengan yang menjadi guru pada bimbel karena sejak kecil harus kita didik untuk berperilaku dan memiliki tata krama untuk masuk ke dalam masyarakat kedepannya. Karena jika kita berilmu namun kita tidak memiliki adab itu sama saja tidak berguna. 

Seharusnya orang tua lebih memerhatikan anak nya karena orang tua punya tanggung jawab penuh terhadap pendidikan anak, dengan menyekolahkan anak bukan berarti orang tua lantas lepas tangan dari tanggung jawab nya dan menyerahkan tanggung jawab anak sepenuhnya kepada guru. Tanggung jawab guru ketika hanya di sekolah saja sedangkan setelah pulang sekolah adalah bukan tanggung jawab guru lagi, seharusnya ketika sudah di rumah orang tua wajib mengulangi pelajaran yang telah di pelajari anak di sekolah dan menjelaskannya lagi kepada anak supaya orang tua juga tau sberapa paham anaknya mengerti dalam pelajaran ini dan jika orang tua tau anak nya kurang mengerti dalam pelajaran itu orang tua wajib mencari tahu apakah mungkin yang salahnya di anaknya atau gurunya yang kurang kreatif.

By: RAHMA DLUHA DWIYANA

Berlangganan via Email