Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

METODE DALAM PENGEMBANGAN KOGNITIF (BERBAHASA) ANAK USIA DINI

Menurut J.P.Guilford san Howard Gardner teori kecerdasan jamak dia berpendapat bahwa kognisi dapat dilihat dari tiga kategori dasar atau ‘’faces of intellect’’, yaitu operasi mental, isi (content) dan hasil (product). Batasan dan Dasar Teori pengembangan kognitif

METODE DALAM PENGEMBANGAN KOGNITIF (BERBAHASA) ANAK USIA DINI


BATASAN PENGEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI
Kognitif berhubungan dengan intelegensi,kognisi adalah suatu proses berpikir,yaitu kemampuan individu untuk menghubungkan,menilai dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa.proses kognisi berhubungan dengan tingkat kecerdasan (intelegensi) yang mencirikan seseorang dengan berbagai minat terutama ditujukan kepada ide ide belajar anak usia dini.Proses kognisi ini berhubungan dengan dengan kecerdasan (intelegensi) yang mencirikan seseorang dengan berbagai minat terutama di tujukan kepada ide-ide dan belajar.

Menurut William Stern menyatakan bahwa pengembangan kecerdasan anak dimulai sejak janin,sejak kelahirannya,dan anak memiliki lebih dari satu potensi yang secara holistik mengacu pada satu arah tertentu (Monks,knors dan haditono,1999).jadi perkembangan bahasa anak usia dini dapat di latih mulai dari dalam kandungan atau masih dalam janin ibunya. Inteligensi adalah kualitas yang bersifat tunggal(unitary), diwariskan secara genetis, dan dapat diukur.Intelegensi ada 3 (tiga) macam yaitu;
1. kecenderungan untuk menetapkan dan mempertahankan (memperjuangkan) tujuan tertentu
2. kemampuan untuk mengadakan penyesuaian dengan maksud untuk mencapai tujuan tersebut.
3. kemampuan untuk oto-kritik, yaitu kemampuan untuk mengkritik diri sendiri, kemampuan untuk belajar dari kesalahan yang telah di buatnya.

Menurut Gardener (2000) menjelaskan inteligensi sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah atau untuk menciptakan karya yang dihadiri dalam satu kebudayaan atau lebih.Sedangkan menurut David Wechsler (1958), imteligensi adalah kemampuan bertindak secara teratah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif (munandar, 1996).Gardener(2000) mengemukakan pengertian inteligensisebagai kemampuan untuk memecahkan masalah atau untuk mencipta karya yang di hargai dalam suatu kebudayaan atau lebih .kecerdasan inteligensi secara umum dapat di pahami pada dua tingkat yakni;
1. kecerdasan sebagai suatu kemampuan untuk memahami informasi yang membentuk pengetahuan dan kesadaran.
2. kecedasan sebagai kemampuan untuk memproses informasi sehingga masalah-masalah yang kita hadapi dapat di pecahkan (Problem Solving) dan dengan demikian pengetahuan pun bertambah.

Adapun kaitan antara kreativitas, inteligensi, dan keberkatan yaitu berkaitan dengan hasil penelitian Renzulli, dkk (1981) tentang keberbakatan dan anak berbakat dapat disimpulkan bahwa yang menentukan keberbakatan seseorang pada hakiatnya dapat dikelompokan dalam 3 ciri yaitu;kemampuan di atas rata-rata, kreativitas, pengikatan diri (tanggung jawab terhadap tugas).Adapun yang di maksud anak berbakat adalah mereka yang memiliki kemampuan-kemampuan yang unggul dan mampu memberikan prestasi yang tinggi. Adapun makna perkembangan kognitif bagi kehidupan anak adalah berhubungan dengan inteligensi dengan kehidupan anak, hasil pembuktian tentang inteligensi.Struktur intelektual terdiri dari fungsi-fungsi mental, yaitu pikiran, persepsi, simbo, pemahaman dan pemecahan masalah.

Adapun dasar teori pengembangan kognitif adalah;
Menurut Charles spearman teori ini ada dua macam , dia berpendapat bahwa kognisi meliputi kemampuan umum yang terdiri dari kode”g”(general factor) dan kemampuan khusus yang di beri kode “s’’(specific factors). Menurut thurstone dia mengemukakan teori kemampuan mental primer (primary mental abilities) merupakan penjelmaan dari kemampuan primer, yaitu kemampuan pemahaman bahasa, mengingat, bernalar, pemahaman ruang, kemampuan mengunakan bilangan, kelancaran penggunaan kata-kata, kecepatan memahami.

Menurut Robert Stenberg teori ‘’triachic of intelligence’’ teori ini merupakan pendekatan proses kognitif untuk memahami kognisi. Jadi kognisi atau intelek adalah suatu proses berpikir berupa kemampuan atau daya untuk menghubungkan suatu peristiwa dengan peristiwa lainya serta kemampuan menilai dan mempertimbangkan segala sesuatu yang diamati dari dunia sekitar.Adapun teori perkembangan kognitif di kemukakan oleh;spearman dengan teori dua factor (two factors theory) thurstone dengan teori kemampuan mental primer  (primary mental abilities), Guilford dan Gardner dengan teori keceradasan jamak (multiple inteligences),dan stenberg  dengan teori Triachic of intelligences. Ada beberapa pandangan menurut para ahli tentang pentingnya pengembangan kognitif
1. Alfred Binet
Potensi kognnitif tercermin dalam kemampuanya menyelesaikan tugas-tugasnya yang menyangkut pemahaman dan penalaran.Menurut Alfred Binet terdapat tiga aspek kemampuan dalam intelegensi, yaitu; konsentrasi, adaptasi, bersikap kritis, 
2. Carl witherington
Imteligensi merupakan kesempatan bertindak sebagaimana dimanifestasikan dalam kemampuan-kemampuan atau kegiatan-kegiatan.
3. Cameron dan Barley
Aktivitas kognitif akan sangat bergantung pada kemampuan berbahasa baik secara lisan maupun tulisan karena bahasa adalah alat berpikir, dimana dalam berpikir menggunakan berpikir menggunakan pikiran kognitif.
4. Guilford
Mengemukakan bahwa suatu model struktur suatu intelektual yang dapat digambarkan sebagai suatu kubus yang terdiri dari 3 dimensi intelektual.
5. Sternberg
Terdapat lima komponen yaitu; Metakomponen, komponen penampilan,  komponen pencapaian, komponen ingatan, komponen alih terap
6. Renzuli
yaitu memudahkan menangkap pelajaran, ingatan baik, perbendaharaan kata luas, penalaran tajam, (berpikir logis, kritis, memahami hubungan sebab akibat),daya konsentrasi baik, menguasai banyak bahan tentang macam-macam topik dll.
7. John locked dan herbart
Merupakan jalanya tanggapan –tanggapan yang dikuasai oleh hokum asosiasi.
8. Wachs
Perkembangan kognitif  dapat ditingkatkan apabila orang tua penuh kasihresponsif secara verbal dan memberikan lingkungan yang terorganisasi dan isa diramalkan dengan kemungkinan untuk variasi pengalaman.
9.      9.Galton
      Keunggulan kognitif seseorang tercermin dalam keunggulan kekuatan fisiknya,
10. 10.Gagne
Gagne mengemukakan bahwa kognitif  adalah kemampuan membeda-bedakan (diskriminasi), keseptual yang riil membuat defisi-defisi, bertingkah laku, cara individu bertindak, yaitu cepat lambatnya individu di dalam memecahkan suatu masalah yang dihadapinya.
11. Williams
Yaitu berpikir lancar, berpikir luas, berpikir orisinal, berpikir terperinci
12. Jerome Bruner
Bahwa pada dasarnya segalailmu dapat diajarkan pada semua anak dari semua usia, asal materinya benar-benar sesuai.
13. Anita E.woolfolk
Memiliki tiga pengertian; kemampuan untuk belajar, keseluruh pengetahuan yang di peroleh, kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi baru atau lingkungan pada umumnya yang berhasil.
14. Raymon Cattel, dkk
Terdapat dua kategori yaitu: fluidinteligence dan crystalized 
Proses kognisi meliputi beberapa aspek, seperti persepsi, ingatan, pikiran, symbol, penalaran dan pemecahan masalah.  Terdapat tingkatan-tingkatan kecerdasan, yaitu: kecerdasan binatang. Kecerdasan amak-anak, kecerdasan manusia, Menurut purwanto(1998)menegaskan bahwa sesuatu perbuatan atau tingkah laku yang dapat di kategorikan sebagai tindakan intelegen harusla memenuhu beberapa persaratan. Adapun faktor yang memengaruhi perkembangan kongitif adalah:
15. hereditas atau keturunan
Menurut ahli filsafat Schopenhauer dia berpendapat bahwa manusia lahir sudah membawa potensi-potensi tertentu yang tidak dapat di pengaruhi lingkungan. Lingkungan menurut johen locke dia berpendapat bahwa manusia di lahirkan sebenar nya suci atau tabularasa kematangan pembentukan. Ialah segala keadaan di luar diri seseorang yang mempengerahui perkembangan intelegensi minat dan bakat. Di mina minat ini mengarahkan perbuatan ke pada suatu tujuan dan merupakan dorongan pdari perbuatan itu 

Jadi kesimpulan nya tingakt intelegensi adalah tingkat kecerdasan yang berbedah ntara satu individu dengan individu lain nya. Intelegensi mempengaruhui cara individu menyelesaikan permasalahan yang di hadapi nya. Semakin cerdas seseorang maka akan semakin muda dan cepat ia menemukan jawaban dari permasalahan yang di hadapi nya. Perkembangan kognitif di maksud kan agar individu mampu mengembangkan kemampuan persepsinya, ingatan, berfikir, pemahaman terhadap simbul, ,elakukan penalaran dan memecahkan masalah.  Adapun tahapan dan karaktristik perkembangan kognitif yaitu memelaui perkembangan janinadaoun perkembangan janin adalah
17. Periode gereminal
1. Yaitu periode perkembangan anak pra lahir yang berlangsung pada dua minggu pertama setelah pembuahan 
Periode embrionis 
2. Yaitu periode perkembangan pra kelahiran yag terdiri dari dua hingga delapan minggu setelah pembuahan
Periode fital 
3. Yaitu periode perkembangan pra kelahiran di mulai dari dua bulan setelah pembuahan hingga lahir.
Adapun progam stimulasi pra lahir adalah;
1. stimulasi perkembangan tri mester pertama (0 -3 bulan)
2. stimulasi perkembangan trimesti ke dua (4-6 bulan)
3. stimulasi perkembangan trimesti ke tiga (7-9 bulan)
4. Sedangakan perkembangan lahir sampai 12 bulan yaitu melalui:
5. stimulasi perkembangan kognitif bayi lahir -3 bulan 
6. stimulasi perkembangan kognitif anak 3-6 bulan 
7. stimulasi perkembangan kognitif anak 6-9 bulan 
8. stimulasi perkembangan anak 9- 12 bulan 
Sedangkan perkembangan usia 1tahunan (13-24 bulan)yaitu anak di mana anak mulai proses penyerapan dan perkembangan,stimulasi nyapun dalam bentuk pembiasaan. Adapun perkembangan kogniif yaiti; mengenal nama benda dan mainan sehari hari, mengenal bentuk bola dan ukuran bola besar dan bola kecil, menyusun kepingan puzzle, sekitar 3-5 kepingan dll. 

Sedangakan perkembangan usia 2 tahuanan (25-36 bulan)
Menurut billman dan Sherman (1996)menyatakan bahwa pada usian 2 tahun sebagian besar anak telah memasuki tahapan perao perasional awal menurut piagad pada masa ainia anak mengembangkan kemampuan nya untuk  menegembarkan dan mengembngkan secara mentak suatu obyek yang tidak terlihat dengan obyek yang lain adapun perkembanganya seperti berbicara dan karakteristik perkembangan kognitif. Sedangkan perkembangan untuk anak usia 3-5 tahun biasanya seorang anak akan semakin mandiri dan mulai mendekatkan diripada teman teman sebayanya. 

Jadi tahapan dan karakteristik perkembangan kognitif anak usia dini lahir sampai sampai delapan tahun merupakan suatu proses yag berkesinambungan, sehinggauntuk mempelajarinya haruslah secara bertahap.Tahapan merupakan perkembangan kognitif  anak berdasarkan tinjauan dimensi usia, sedangkankarakteristik merupakan ciri atau indicator yang dapat diamati perilaku nyatanya di setiap rentang usia.

Jadi kesimpulan dari artikel ini adalah:
Kognisi memili makna yaitu; suatu kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan (termasuk kesadaran, perasaan, dan sebagainya) atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalaman sendiri. Penerapan perkembangan kognitif ( bahasa) anak usia dini sudah di mulai sejak anak usia dini masih kecil atau masih dalam kandunan yaitu orang tua nya yang mengenalkan perkembangan bahasa tersebut. Adapun profesor/ atau para ahli yang berpendapat tentang perkembangan kognitif  (bahasa ) adalah: 10. Gardner(2000), 2). Pamela minet, 3). William Stern, 4). Binet dan sinom dll. Adapun perkembangan kognitif ini di terapkan di karenaakan teori kognitif ini lebih mengutamakan apresiasi pada proses (kualitatif) di bandingkan hasil (kuantitatif) dari suatu pemikiran.  Adapun proses penerapan sistem kognitif adalah: pada dasarnya setiap tingkah laku individu didasarkan pada kognisi, yaitu tindakan mengenal dan memikirkan situasi dimana tngkah laku itu terjadi.Menurut para aliran teori perkembangan kognitif, belajar adalah proses mental yang aktif untuk mencapai, mengingat, dan menggunakan pengetahuan yang dimiliki oleh individu.

DAFTAR PUSTAKA
Yuliani,Nurani Sujiono dkk, Metode pengembangan Kognitif,Tangerang Selatan:Universitas Terbuka,2014

By: Nafilatus Sholihah

Berlangganan via Email