Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Media yang Tepat untuk Pembelajaran Matematika?

Bagaimana Media yang Tepat untuk Pembelajaran Matematika?

Dalam ruang lingkup pendidikan tidak bisa lepas dari strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran sendiri diterapkan guna untuk memperoleh suatu tujuan dalam pembelajaran. Sedangkan, metode pembelajaran yaitu cara yang dipakai untuk menyampaikan materi yang akan di ajarkan kepada peserta didik. Semua rangkaian tersebut di kelola dalam kegiatan pembelajaran.

Dimana disini guru melakukan interaksi dengan peserta didik untuk memberikan pengalaman belajar baik mental, peserta didik dengan lingkungan atau sumber lainnya. Manfaat dari strategi pembelajaran itu sendiri guru memiliki gambaran mengajar peserta didik di dalam kelas dan peserta didik akan mendapatkan kebutuhan belajar berfikir dengan baik. Dalam hal ini guru juga harus tahu bahwa setiap peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda-beda.

Dalam pembelajaran Matematika itu bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar matematika dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengungkapkan bahwa ada permasalahan dalam pembelajaran matematika, yaitu ada rasa kecemasan ataupun takut dalam diri peserta didik ketika mereka sedang berhadapan dengan pelajaran matematika. Adanya ketidak senangan peserta didik dengan pelajaran matematika dapat membawa dampak negativ pada minat belajar mereka. Ada juga peserta didik yang takut kepada guru matematika.

Hal ini mengakibatkan rendahnya tingkat penguasaan materi. Dimana peserta didik mungkin masih belum mengetahui arti belajar matematika dalam kehidupan sehari-hari yang telah dipelajari di sekolah. Dan hal ini mungkin di sebabkan karna guru kurang tepat dalam menggunakan metode pembelajaran. Dengan menggunakan Metode problem solving peserta didik dapat menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, dapat merangsang daya pikir dan kemampuan Intelektual peserta didik, melatih peserta didik untuk memecahkan suatu masalah dan melatih berfikir secara sistematis.

Disini peserta didik bukan hanya memecahkan masalah tetapi belajar sesuatu hal yang baru. Problem solving sendiri dapat di artikan pemecahan masalah, dalam garis besar Problem Solving yaitu dengan menjadikan masalah sebagai tolak pembahasan untuk di analisis dalam bahan pembelajaran. Dimana permasalahan itu dapat di ajukan atau dari peserta didik bersama guru.

Ataupun dari peserta didik itu sendiri, yang kemudian dijadikan pembahasan dan dicari permasalahannya sebagai kegiatan belajar peserta didik. Peran problem solving sangat penting agar pengajaran berjalan dengan fleksibel. Dengan itu pengajaran matematika perlu di tekankan dan berhitung untuk meningkatkan ketrampilan dalam memecahkan sebuah masalah sehingga peserta didik siap untuk menghadapi perkembangan zaman yang serba cepat dan ilmu pengetahuan yang semakin luas. Akan tetapi Problem Solving memiliki kekurangan yaitu setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda jadi sulit untuk menentukan masalah setiap peserta didik, sering kali peserta didik sulit dalam memecahkan suatu masalah sendiri, bahkan peserta didik tidak percaya diri sehingga guru perlu terlibat didalam nya, pembelajaran juga sering dibuatkan oleh guru sehingga pelajaran jadi membosankan dan guru menuntut agar pemecahan masalah seperti guru.

Untuk meningkatkan pembelajaran matematika guru menggunakan pendekatan problem solving agar peserta didik terbiasa dalam memecahkan suatu masalah, dan guru harus memperhatikan perkembangan peserta didik dalam pemahaman peserta didik dan saran prasana yang cukup dan melakukan tindakan kelas agar terciptanya pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Dalam meningkatkan pembelajaran peserta didik yang berkualitas guru harus menyiapkan materi yang efektif dan efesien dalam pembuatan soal, yang di sesuaikan dengan aspek kognitif, afektif dan psikomotor. 

Selain menggunakan metode problem solving dalam pembelajaran matematika, guru dapat menggunakan media pembelajaram yang berupa media grafis yang disajikan dalam bentuk gambar, diagram ataupun bagan untuk memperjelas materi matematika. Apabila matematika membahas bilangan pecahan dapat menggunakan media audio visual dengan menyajikan vidio animasi tentang bilangan pecahan, dimana peserta didik akan melihat dan mendengarkan dan membangun kondisi peserta didik memperoleh pengetahuan, keterampilan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

By: Firdha Ardhila Damayanti

Berlangganan via Email