Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Gangguan Kefasihan Dalam Berbahasa Pada Anak Usia Dini?


Bagaimana Gangguan  Kefasihan Dalam Berbahasa Pada Anak Usia Dini?


Bahasa merupakan alat komunikasi utama dalam kehidupan manusia, karena tanpa bahasa kehidupan sosial antar individu yang membentuk kelompok masyarakat sulit untuk dibina. Karena dengan bahasa manusia mampu berkomunikasi dan bekerjasama.Kemampuan bicara dan bahasa melibatkan perkembangan kognitif, sensorimotor, psikologis, emosi dan lingkungan sekitar anak. Kemampuan bahasa pada umumnya dapat dibedakan atas kemampuan berbicara. Kemahiran dalam bahasa dan berbicara dipengaruhi oleh faktor intrinsik yang berasal dari anak dan faktor ekstrinsik yang berasal dari lingkungan.

Faktor intrinsik adalah kondisi pembawaan anak sejak lahir termasuk fisiologi dari organ yang terlibat dalam kemampuan bahasa dan berbicara. pada  anak-anak pengulangan bunyi dan suku kata jarang terjadi,dan jika terjadi dari waktu kewaktu mungkin mengindikasikan bahwa anak berisiko gagap.Gangguan kefasihan yang paling reseptif (mendengar dan memahami) dan kemampuan ekspresif (berbicara). Kemampuan bicara lebih dapat dinilai dari kemampuan lainnya sehingga  mengenai kemampuan bahasa lebih sering dikaitkan dengan kemampuan umum adalah gagap.

Gagap merupakan pengulangan sengaja pada bunyi atau suku kata yang terilosasi,bunyi ujaran yang dipanjangkan,atau jeda panjang pada suatu ujaran.biasanya ini terjadi diawal kata.gagap juga merupakan keterlambatan perkembangan dan perbedaan dalam pemrosesan bahsa otak,pada anak gagap ada ketidaksinkron antara pesan yang disamapikan dari otak dan bagian tuubuh yang mengatur kemampuan.gagap juga menunjukkan"kurangnya kordinasi antara maksud linguistik dan motorik artikulasi ketika anak  belajar berbicara dan berfikir diwaktu yang sama.

Gagap atau tidaknya seorang anak sudah bisa dideteksi sejak fase bicara benar di usia 18 bulan. Kegagapan ini akan tampak jelas di usia 4 - 5 tahun, karena pada usia ini seharusnya perkembangan bahasa anak sudah baik, pemahamannya sudah bagus, pembentukan kalimat, bahasa ekspresif, kelancaran bicaranya juga sudah bagus, serta sosialisasi anak pun sudah lebih luas.tak jarang anak yang mengalami gagap menjadi bahan ledekan dan kucilkan dalam pergaulan.akibatnya ada sebagian anak yang gagap mengalami kecemasan dan ketakutan berbicara didepan umum.banyak anak yang mulai mengalami gagap ketika baru belajar menggunakan tata bahasa rumit dan saat menempatkan sejmlah kata bersama-sama uuntk membentuk kalimat utuh.kesulitan ini bisa saja terjadi akibat adanya perbedaan dalam cara otak mengolah bahasa.Anak yang gagap memperoses bahasa didaerah otak, menyebabkan keterlambatan dalam pengiriman pesan dari otak ke otot-otot mulut saat ia hendak berbicara,sehingga anak berbicara tersendat.kondisi gagap pada anak bervariasi dari yang ringan sampai yang berat.

Tidak ada faktor khusus baik keturunan,lingkungan,maupun faktor organik yang telah di identifikasi sebagai sebab kegagapan. Ketidakfasihan ini menunjukkan permulaan kegagapan termasuk didalamnya dibagian kata yang diulang lebih dari dua kali contohnya" b-b-b- bola"dan bungi yang panjang lebih dari satu detik.dan ada lagi ketidak fasihan yang sering terjadi juga bisa menunjukkan bahwa anak berisiko gagap, seperti ketika anak mengucap lebih dari 2 bunyi atau suku kata  dalam 100 kata-kata atu ketika bunyi yang panjang terlalu  sering diucapkan.kegagapan mungkin disertai dengan sering kali di wajah, atau bahasa tubuh yang menunjukkan tekanan emosional,dengan nada yang naik atau suara yang keras.beberapa anak mungkin akan menarik diri dari partisipasi secara verbal dlaam percakapan atau diskusi. Faktor lain kegagapan belum diketahui secara tuntas. Namun, ada hal-hal yang dianggap berperan misalnya: 
  1. Faktor ‘stress’.
  2. Pendidikan anak yang terlalu keras dan ketat, serta tidak mengijinkan anak berargumentasi atau membantah.
  3. Adanya kerusakan pada belahan otak (hemisfer) yang dominan.
  4. Faktor neurotik famial

Pada zaman dahulu gagap dianggap terjadi karena adanya  pemaksaan untuk menggunakan tangan kanan pada anak- anak yang kidal. Namun, kini anggapan tersebut tidak dapat dipertahankan. Gagap termasuk disfasia ringan yang lebih sering terjadi pada kaum laki-laki daripada perempuan, dan lebih banyak terjadi pada golongan remaja dari pada orang dewasa,dan gagap yang terjadi pada anak masih tergolong wajar..ada hal lain yang menyebabkan gagap yakni pengaruh pertumbuhan yang terlambat. Adapun teknik-teknik untuk memperluas perkembangan  bahasa diantara anak-anak yang gagap selain menerima terapi berbicara,anak-anak yang gagap bisa memperoleh keuntungan dari teknik teknik khusus yang inplemtasikan oleh guru kelas.karena kegagapan terjadi dalam interaksi percakapan, guru harus berinteraksi dengan anak-anak yang gagap dengan cara mengurangi permintaan percakapam pada anak.

Guru didorong untuk menggunakan pendekatan "roger"dengan mencotohkan ujaran yang pelan dan tenang, memahami kapan ujaran itu susah dilafakan dan menciptakan waktu khusus untuk bercakap- cakap .Anak yang kesal karena ketidakfasihannya perlu diyakinkan bahwa mereka diterima dan dihargai oleh guru dan teman-temannya dikelas.Guru perlu memberitahu bahwa beberapa kata memang susah diucapkan.Guru juga harus menghindari untuk memerintahkan anak  memelankan suaranya,mengulangi, berfikir atau mengambil nafas  panjang,karena permintaan tersebut menunjukkan bahwa ujaran anak tidak bisa diterima dan hal itu bisa meningkatkan kecemasan dan ketidakfasihan.Ketika berbicara dengan anak yang mengalami masalah kefasihan,guru harus mempertahankan kontak mata dengan anak dan harus sabar sehingga anak tidak merasa bahwa guru tidak nyaman berbicara dengannya.beberapa panduan untuk guru-guru yang interaksi dengan anak-anak yang gagap atau ketidakfasihan yang cukup sering:
  1. Ajukan pertanyaan yang bisa dijawab anak dalam beberapa kata saja 
  2. Panggillah anak lebih awal disuatu diskusi,karena tekanan dan kecemasan semakin meningkat ketika anak mengantisipasi gilirannya.
  3. Komunikasikan pada semua murid bahwa mereka tidak harus menjawab pertanyaannya dengan tergesa-gesa dan bahwa anda ingin mereka untuk mengambil waktunya dan memikirkan jawabannya.
  4. Doronglah  anak-anak untuk praktik membaca bersama dengan versi rekaman  cerita tersebut dirumah atau diperpustakaan kelas sebelum mereka diharapkan membaca secara individidual dikelas.
  5. Amati interaksi sosial dikelas anda sehingga teman-teman sebaya tidak mengejek atau mempermalukan anak yang gagap tersebut.

Berikan beberapa kesempatan khusus untuk berkomunikasi dan beraktivitas berdua dengan anak .Biarkan anak memilih melakukan aktifitas atau bercakap-cakap dengan anda.pilih kalimat sederhana dengan pengucapan perlahan dan suasana nyaman. Ketika umur anak anda bertambah, kecepatan berbicara dapat disesuaikan berdasarkan kemampuannya. Ajaklah anggota keluarganya dan juga teman-temannya untuk selalu mendengarkan percakapan anak dan tidak memotong percakapan tersebut. Jangan tunjukan reaksi negatif ketika gagapnya kambuh.

By: Nur Hayati Achmadah

Berlangganan via Email